Korban Corona Terus Menanjak, Wall Street Dibuka Variatif

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
29 June 2020 20:42
Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) at the end of the day's trading in Manhattan, New York, U.S., August 27, 2018. REUTERS/Andrew Kelly Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Senin (29/6/2020), di tengah kenaikan angka infeksi corona (strain terbaru).

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 206 poin (+0,8%) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), dan 10 menit kemudian surut menjadi 181,67 poin (+0,73%) ke 25.197,22. Indeks Nasdaq tertekan 26,24 poin (-0,27%) ke 9.730,98 dan S&P 500 tumbuh 4,59 poin (+0,15%) ke 3.013,64.

Pada sesi dini hari (waktu setempat) tadi Dow futures sempat tertekan hingga 100 poin, setelah investor bereaksi negatif atas kenaikan kasus virus corona di berbagai negara bagian di AS. Namun, saham Boeing menguat 5,3% setelah Reuters melaporkan sertifikasi layak terbang Boeing 737 Max bakal keluar Senin.


Saham penerbangan juga menguat, seperti Southwest Airlines yang naik 1,97% setelah Goldman Sachs menaikkan peringkat saham tersebut menjadi 'beli', dari sebelumnya 'jual'.

Data Worldometers menunjukkan bahwa saat ini ada 2,5 juta kasus infeksi Corona di AS, dengan penambahan hari Jumat saja sebesar 45.255, atau rata-rata menguat sebesar 41% selama sepekan kemarin.

Pada Sabtu, Florida melaporkan 9.636 kasus dalam sehari dan 8.577 pada Minggu, yang mendorong pemerintah setempat melarang kembali pembukaan bar. Gubernur Arizona Doug Ducey pada Jumat mengatakan tambahan kasus pada Jumat "tumbuh cepat di semua jenis umur dan demografi."

"Rencana pembukaan kembali pun berantakan - ini bukan hanya di titik penyebaran baru virus seperti Texas dan Florida, tapi juga mempengaruhi perjalanan internasional - mengingat kasus harian virus AS melampaui yang diharapkan semua pihak bahwa puncaknya terjadi pada April," tutur Julian Emanuel, Kepala Perencana Saham & Derivatif BTIG, sebagaimana dikutip CNBC International.

Dia juga mencatat bahwa indeks S&P 500 telah menembus ke bawah level rerata pergerakan harian dalam 200 hari terakhir (MA-200). Level 3.150 akan menjadi titik kunci yang diperhatikan para investor. Pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones anjlok 3,3% sedangkan indeks S&P 500 melemah 2,9%. Indeks Nasdaq juga anjlok 1,9%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

China Pilih Bursa London, Lebih Glamor dari Wall Street?


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading