Terungkap! Ini Alasan Saham BNI Melesat 6% Hari Ini

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
12 June 2020 18:22
BNI memperingati Hari Lahir Pancasila melalui layar LED Gedung Menara BNI. (Dok.BNI)

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ditutup menguat 260 poin atau 6,18% ke Rp 4.470 per saham pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Penguatan ini menyusul karena secara valuasi BBNI paling terdiskon dibandingkan bank yang lainnya.

Head of Investment PT Avrist Asset Management Tb. Farash Farich mengatakan pada saat rebound saat di posisi terendah pada pasar modal, bisa dibilang BBNI dibilang sedikit tertinggal.

"Di luar rebound hari ini, khususnya tgl 9-11 Juni, memang BBNI terkoreksi paling dalam karena ada kekhawatiran tambahan risiko kredit yang harus dihadapi BBNI bila melakukan corporate action dengan membeli saham bank lain," kata Farash kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/06/2020).


Akan tetapi melesatnya saham BBNI hari ini juga disebabkan oleh rilis OJK dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terkait konfirmasi Kookmin Bank yang akan menjadi pemegang saham pengendali di BBKP. Rilis ini pun membalikan risiko untuk BBNI.

Sebelumnya, BBNI menjalin kerja sama dengan Bank Bukopin dalam pemberian technical assistance dalam bidang treasury management. Kerja sama technical assistance ini merupakan bentuk pendampingan BNI dalam bidang treasury dan risk management yang mencakup pelatihan SDM, penyusunan kebijakan perusahaan, konsultasi dan advisory.

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan tujuan kerja sama ini dilakukan agar Bank Bukopin dapat lebih efektif dan optimal dalam mengelola likuiditas dan risiko di tengah upaya perbankan dalam menghadapi dampak pandemik COVID-19.

"BNI memiliki kompetensi di berbagai bidang salah satunya di bidang treasury dan risk management, serta memiliki pengalaman berhasil bertahan menghadapi berbagai situasi ekonomi. Untuk itu BNI mendapat kepercayaan dari bank swasta nasional untuk membantu meningkatkan kemampuan bisnis di tengah situasi yang menantang akibat pandemik dan pelemahan ekonomi," kata Putrama dalam siaran resminya, Selasa (09/06/2020).


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading