Bursa Asia Ceria, Siap Sambut Happy Weekend

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
05 June 2020 16:50
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham di kawasan Asia pada penutupan perdagangan akhir pekan ini (4/6/2020) terpantau mayoritas naik. Kenaikan di bursa kawasan Benua Kuning ini terjadi meskipun pagi tadi bursa-bursa di Asia sempat terkoreksi karena adanya aksi profit taking (ambil untung).

"Pasar sudah naik kencang, pasti banyak investor yang berpikir untuk mengambil sedikit keuntungan," Ujar Jim Paulson Kepala Strategi Investasi The Leuthold Group.

Di China Daratan, Indeks SSE naik 0,40%. Kenaikan SSE terjadi karena adanya sentimen positif berupa keputusan Bank Sentral China pada Jumat ini (5/6/20) untuk menyuntik dana sebesar 150 miliar yuan ke perbankan melalui perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement) alias repo dalam tujuh hari, dan menahan suku bunga sebesar 2,20%.


Sedangkan di Jepang, Indeks Nikkei terbang 0,74% setelah Biro Statistik Jepang merilis data pengeluaran rumah tangga yang turun 11,1% dari April tahun lalu, angka ini memang lebih baik dari perkiraan rata-rata yang bekisar di angka 15,4%.

Banyak analis yang berpendat konsumsi akan turun di level terendahnya pada bulan April atau Mei setelah bulan lalu Jepan membuka perekonomiannya kembali.

"Kecuali vaksin sudah ditemukan, pemulihan yang kuat tidak akan terjadi dalam waktu mendatang," ujar Takeshi Minami, kepala ekonom Norichukin Research Institute.

"Banyak orang terkena PHK dan tidak dapat pekerjaan pada April lalu saat adanya karantina, tingkat upah pasti kemungkinan akan turun, yang akan memberatkan tingkat konsumsi," ujar Yoshiki Shinke, kepala ekonom Dai-ichi Life Research Institute.

"Ekonomi Jepang akan membaik July-September bila tidak ada infeksi lanjutan. Akan tetapi perlu sampai tahun 2023 bahkan 2024 untuk kembali ke level sebelum terjadinya pandemi Covid."

Dari negara tetangga Singapura, Indeks STI terapresiasi 1,64% meskipun rilis data Badan Pusat Statistik Singapura yang menunjukkan penjualan ritel pada bulan April terkontraksi 40,5% dibanding bulan April tahun lalu. Pada bulan Maret sendiri penjualan ritel turun 13,3% dibanding bulan Maret tahun lalu.

Di negara lain di Asia seperti Negara Ginseng Korea indeks Kospi naik 1,43% dan di Hong Kong Indeks Hang Seng terbang 1,66%. Sementara itu dari dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terapresiasi 0,63% di level 4.947,78.

TIM RISET CNBC INDONESIA



(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading