Top! IHSG Juara, Saat Bursa Asia Dilanda Profit Taking

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
04 June 2020 11:21
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan hari ini (4/6/2020) terpantau bervariatif. Penurunan di berberapa bursa Asia diindikasikan karena adanya aksi profit taking oleh para investor setelah kenaikan tajam di bursa Benua Kuning selama sepekan terakhir.

Di Korea Selatan indeks Kospi berhasil menanjak sebesar 0,32% setelah Bank of Korea merilis data neraca perdagangan yang minus 3,12 juta won pada bulan April, pada bulan Mei sendiri neraca perdagangan Korea Selatan berhasil surplus 5,96 juta won.

Sedangkan di Jepang, Indeks Nikkei berhasil terbang 0,08% setelah terjadinya pembelian investor asing sebesar di 499 miliar yen di pasar obligasi dan 38 miliar yen di pasar saham melalui data yang dirilis oleh Menteri Keuangan Jepang.



Di negara lain di Asia seperti tetangga Indonesia Singapura, indeks STIĀ turun 0,06%, di China Indeks SSEĀ terkoreksi 0,23%, dan di Hong Kong indeks Hang Seng anjlok 0,22%. Sementara itu dari dalam negeri Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terbang 0,80% di level 4.980,75 dan berhasil menjadi juara diantara bursa-bursa di kawasan Benua Kuning.

Penurunan di bursa Asia ini terlepas dari berita baik dari Negeri Paman Sam. Dikutip dari CNBC International, perusahaan penggajian Automatic Data Processing Inc (ADP) merilis data tenaga kerja AS sektor swasta. Meski kembali merosot, angkanya jauh lebih baik dari estimasi.

ADP pada Rabu kemarin melaporkan sektor swasta AS mengurangi 2,76 juta tenaga kerja sepanjang bulan Juni. Pengurangan karyawan tersebut jauh lebih baik dari prediksi para ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 8,75 juta.

Sementara itu ISM juga melaporkan sektor non-manufaktur AS mulai bangkit. Hal tersebut terlihat dari purchasing managers' index (PMI) non-manufaktur yang naik menjadi 45,4 di bulan Mei dari bulan April 41,8. Angka di bulan April tersebut merupakan kontraksi pertama sejak Desember 2009, dan yang terdalam sejak Maret 2009.

"Kita sekali lagi melihat investor masuk ke aset-aset berisiko hari ini. Semua itu berhubungan dengan data ekonomi yang dirilis. Pasar berfikir yang terburuk sudah lewat, dan ekonomi mulai bangkit," kata Ryan Nauman, ahli strategi pasar di Financial Intelligence.


Sejumlah perusahaan yang diperkirakan mendapat manfaat dari pelonggaran lockdown mendapat manfaat dari perdagangan kemarin. Termasuk perusahaan raksasa pembuat pesawat yakni Boeing yang naik 13% dan minyak AS Exxon Mobil yang naik 4,1%.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading