'Aksi Gila' Trump: Talak 3 WHO & Setop Pendanaan!

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 May 2020 08:59
Presiden Donald Trump konferensi pers COVID-19. AP/Alex Brandon
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bakal memutus hubungan dan pendanaannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia merasa kecewa karena merasa China lebih berkuasa atas organisasi tersebut.

"China memiliki kendali penuh atas Organisasi Kesehatan Dunia meskipun hanya membayar US$ 40 juta per tahun dibandingkan dengan apa yang telah dibayar Amerika Serikat, yaitu sekitar US$ 450 juta per tahun," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020).

Trump diketahui sering mengkritik WHO akibat responnya terhadap penanganan virus. Ia tidak terima AS menjadi salah satu negara yang paling terdampak dibanding negara lainnya.


President Donald Trump looks through a face shield, in front of a poster of the manufacturing of the shields, while touring Ford Motor Co.'s Rawsonville Components Plant in Ypsilanti, Michigan on Thursday, May 21, 2020. (Daniel Mears/Detroit News via AP)Foto: Presiden AS Donald Trump (Daniel Mears/Detroit News via AP)
President Donald Trump looks through a face shield, in front of a poster of the manufacturing of the shields, while touring Ford Motor Co.'s Rawsonville Components Plant in Ypsilanti, Michigan on Thursday, May 21, 2020. (Daniel Mears/Detroit News via AP)


"Dunia membutuhkan jawaban dari China tentang virus. Kita harus memiliki transparansi. Mengapa Cina menutup orang yang terinfeksi dari Wuhan ke semua bagian lain Cina?" kata dia menambahkan.

Ia menilai, China berupaya menahan laju masyarakat Wuhan untuk tidak bepergian ke bagian China lainnya. Namun, Trump menyindir China justru membiarkannya pergi ke bagian dunia lain, termasuk Eropa dan Amerika Serikat.

Trump sebenarnya sudah melayangkan ancaman sejak awal bulan lalu. Yakni mengancam bakal memotong dari AS kepada WHO secara permanen. Jika WHO dianggap tidak berkomitmen dalam meningkatkan perbaikan selama 30 hari atau hingga akhir bulan, maka Trump bakal mempertimbangkan kembali keanggotaan kami dalam organisasi.

Pada 20 Mei, para pejabat WHO mengatakan mereka khawatir program darurat akan kesulitan jika Presiden Trump secara permanen menarik dana AS.

"Sebagian besar dana dari Amerika Serikat langsung digunakan untuk program yang membantu di negara-negara rapuh dan sulit," kata Direktur Eksekutif Program Kedaruratan kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan mengatakan pada saat itu.

"Kami jelas harus bekerja sama dengan mitra lain untuk memastikan dana itu tetap mengalir," kata Ryan.



[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading