Internasional

Deal! Jerman Suntik Bailout Lufthansa Rp 146 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 May 2020 08:20
An aircraft of German air carrier Lufthansa flies beyond the A-Plus terminal section at the Fraport airport in Frankfurt, Germany September 28, 2012.  REUTERS/Lisi Niesner/File Photo
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman dan Lufthansa, maskapai yang terpukul keras oleh pandemi coronavirus, akhirnya mencapai kesepakatan awal dana talangan atau bailout sebesar 9 miliar euro (US$ 9,8 miliar) atau setara dengan Rp 146 triliun (asumsi kurs Rp 14.900/US$).

Maskapai ini sudah melakukan pembicaraan dengan Berlin selama berminggu-minggu mengenai bantuan dana talangan ini guna membantunya mengatasi anjloknya pendapatan di tengah pandemi. Hanya saja, manajemen juga sempat berkonflik mengingat bantuan ini tidak gratis, karena ada beberapa ketentuan kontrol pemerintah terhadap maskapai tersebut sebagai imbalan atas bailout.

Kementerian Keuangan dan Ekonomi Jerman pada Senin kemarin (25/5/2020) mengatakan bahwa Lufthansa sebetulnya perusahaan yang sehat secara operasional sebelum wabah coronavirus, perusahaan ini juga menguntungkan dan memiliki prospek yang baik untuk masa depan tetapi mendapat masalah karena COVID-19.




Pesaing-pesaing seperti maskapai Prancis-Belanda Air France-KLM dan maskapai penerbangan AS: American Airlines, United Airlines dan Delta Air Lines juga telah meminta bantuan negara agar tetap bertahan.

CNBC International mencatat, saham perusahaan mulai naik 5,5% di level 8,48 euro pada perdagangan Senin kemarin di Bursa Frankfurt.

Manajemen Lufthansa mengatakan bahwa syarat-syarat kesepakatan itu termasuk tak ada pembayaran dividen di masa depan dan batasan pembayaran manajemen. Pemerintah juga akan mengisi dua kursi di dewan pengawas, salah satunya adalah menjadi anggota komite audit.

Rencananya, termasuk pemerintah Jerman akan mengambil 20% saham di Lufthansa, yang rencananya akan dijual lagi pada akhir 2023. Jerman akan membeli saham baru (rights issue) dengan nilai nominal 2,56 euro masing-masing dengan total nilai pembelian sekitar 300 juta euro.

Menteri Keuangan Olaf Scholz mengatakan paket penyelamatan itu adalah "solusi yang sangat, sangat bagus" yang memperhitungkan kebutuhan perusahaan dan pembayar pajak.

"Dukungan yang kami siapkan di sini adalah untuk jangka waktu terbatas," katanya.

"Ketika perusahaan fit lagi, negara akan menjual sahamnya dan mudah-mudahan ... dengan keuntungan kecil yang menempatkan kami pada posisi untuk membiayai banyak, banyak persyaratan yang harus kami penuhi sekarang, tidak hanya di perusahaan ini."

Pemerintah juga akan menyuntikkan 5,7 miliar euro dalam penyertaan modal yang diambil secara non-voting, yang dijuluki sebagai partisipasi senyap (silent) ke dalam perusahaan. Sebagian dari penyertaan modal ini dapat dikonversi menjadi 5% saham tambahan, dengan catatan jika pembayaran kupon tidak dilakukan atau untuk melindungi perusahaan terhadap pengambilalihan investor lain.

Partisipasi modal secara silent ini akan memberikan kupon 4% pada tahun 2020 dan 2021, meningkat menjadi 9,5% pada tahun 2027 guna mendorong pembayaran lebih cepat.

Secara terpisah, Lufthansa akan menerima pinjaman 3 miliar euro dari bank negara yang didukung KfW dan bank swasta dengan jangka waktu 3 tahun.

Namun kesepakatan bailout ini masih menunggu persetujuan oleh pemegang saham serta Komisi Eropa.

Perusahaan dan pengawas persaingan usaha di Jerman masih membahas slot mana di mana bandara Lufthansa yang harus bebas dioperasikan guna memastikan bailout tidak menghambat kompetisi, kata seseorang yang dekat dengan masalah tersebut.

"Pengawasan [persaingan usaha] sangat teliti karena ini merupakan bailout berbasis saham terbesar pertama dalam pandemi ini," kata sumber itu.

Menurut harian bisnis Handelsblatt, kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman akan memperjuangkan perbaikan yang tidak terlalu ketat.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading