Bursa Hong Kong Babak Belur, Asia Merah Khawatir Perang

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
22 May 2020 10:08
A woman walks by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Monday, Dec. 2, 2019. Asian stock markets have risen after Chinese factory activity improved ahead of a possible U.S. tariff hike on Chinese imports. Benchmarks in Shanghai, Tokyo and Hong Kong advanced. (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Jumat (22/5/2020) terpantau ambruk. Semua bursa besar di kawasan Benua Kuning ini babak belur, dimana bursa saham Hong Kong paling parah.

Penurunan terbesar di bursa saham kawasan Asia terjadi di Hong Kong, indeks Hang Seng ambruk sebesar 3.66%. Penurunan ini merespons kabar bahwa Beijing siap mencanangkan undang-undang baru terkait keamanan Hong Kong. Aturan ini dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang protes baru dari para demonstran di Hong Kong.

Peraturan baru ini memudahkan Beijing untuk menindak para demonstran yang melakukan protes atas kekuasan Partai Komunis China atau pemimimpinya Xi Jin Ping. Peraturan ini dibuat setelah terjadinya demonstrasi yang berlarut-larut sejak Juni tahun lalu.


Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan bereaksi sangat keras apabila China tetap ngotot dengan peraturan ini. Hal ini memicu konflik perang dagang ke tensi yang semakin parah.


Di bursa Saham China Daratan, Shanghai Stock Exchange (SSE) mengalami depresiasi sebesar 1,15%, penurunan ini juga dampak dari premier China Li Ke Qiang mengumkan bahwa China tidak akan menentukan target Produk Domestik bruto (GDP) tahun ini dikarenakan berbagai ketidakpastian ekonomi yang dikarenakan pandemi Covid-19.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami penurunan sebesar 0.44%. Penurunan ini merespons rilis Japan Statistics Bureau terjadi penurunan harga barang-barang konsumsi (deflasi) sebesar 0,2% dibandingkan dengan April 2019. Angka ini lebih tinggi dari konsensus yang dihimpun Reuters yaitu deflasi 0,1%.

Penurunan ini yang pertama kali terjadi dalam 3 tahun terakhir. Penurunan ini menunjukan daya beli masyarakat yang turun setelah dihajar pandemi Corona.

Di negara lain di Asia seperti di Korea Selatan indeks Kospi mengalami depresiasi 0,79% dan indeks STI Singapura turun 1,82%. Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) libur menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

(trp/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading