Internasional

Risalah The Fed Beri Angin Segar, Wall Street ke Zona Hijau

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
21 May 2020 06:24
Smartsheet Inc. President and CEO Mark Mader rings a ceremonial bell to celebrate his company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham AS, Wall Street mengakhiri perdagangan di zona hijau, pada Rabu (20/5/2020). Optimisme investor akan pembukaan ekonomi AS berhasil mengimbangi kekhawatiran dari penyebaran pandemi corona (COVID-19).

Indeks Nasdaq, yang kaya perusahaan teknologi, melonjak hingga 2,1% ke 9.375,78. Sementara Dow Jones, naik 1,5% menjadi 24.575,90 sedangkan S&P 500 naik 1,7% menjadi 2.971,61.




Emiten seperti Facebook dan Amazon memimpin penguatan. Facebok meroket 6% setelah memperkenalkan "etalase online" untuk para pedagang ritel di jaringannya dan Instagram.

Sementara Amazon, naik 2%. Rilis permainan baru "Crucible" menjadi penyebab.

Penguatan terjadi setelah risalah dari pertemuan The Fed, menunjukkan janji bank sentral AS untuk bertindak sepantasnya guna mendukung ekonomi sampai berada pulih.

"Kami akan memiliki suku buka yang jauh lebuh rendah ke depan," kata Kepala Investasi di Bokeh Capital Partners di Pittsburg, Kim Forrest, dikutip dari Reuters.

Meski begitu, investor masih akan dibayangi kekhawatiran suramnya data ekonomi AS daam beberapa minggu mendatang. Ini diperkirakan membuat beberapa saham tidak melaju lebih cepat.

Namun sentimen positif lain diutarakan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Stimulus baru untuk usaha kecil yang terdampak COVID-19 mungkin akan diluncurkan minggu depan.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading