Viral soal 'Mudik Sehat', Ini Penjelasan Manajemen Blue Bird

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 May 2020 12:06
Bluebird
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa transportasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) menegaskan melaksanakan program mudik dengan tema, Mudik Sehat, seperti informasi yang beredar di media sosial.

Program itu menyebutkan Blue Bird menyelenggarakan program mudk sehat PSBB 2020 dengan kapasitas bus 27 penumpang. Tarif yang ditawarkan per orang dimulai dari Rp 650 ribu per orang untuk sekali jalan dengan rute Jakarta - Semarang dan Yogyakarta.

Sedangkan, untuk tujuan Jawa Timur tarif yang dikenakan Rp 850.000 dengan rute Jakarta - Surabaya. Dalam pengumuman itu tercantum, arus mudik akan dimulai pada 19 Mei hingga 23 Mei 2020 dan arus balik 26 Mei hingga 2 Juni 2020.


Mudik SehatFoto: Ist
Ini adalah flyer Mudik Sehat yang beredar di media sosial. Flyer ini dibantah, manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD). Big Bird merupakan salah satu anak usaha dari Blue Bird Grup. 


Direktur Blue Bird, Adrianto Djokosoetono mengatakan, informasi yang beredar di media sosial mengenai program mudik yang mengatasnamakan Blue Bird tidak benar.

"Saya harus klarifikasi dulu. Tidak ada program ini dari perusahaan. Saya akan melakukan penelusuran," kata Andre, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (19/5/2020).

Selain itu, manajemen perusahaan taksi berlogo burung biru terbang ini menegaskan tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam melarang implementasi mudik sebagai bentuk komitemen perusahaan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

"Komunikasi di luar hal tersebut bukan merupakan komunikasi resmi dari perusahaan," tutur Investor Relation Blue Bird, Michael Tene.

Sebagai informasi, sepanjang periode kuartal I-2020, BIRD mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signfikan sebesar 84,52% menjadi Rp 13,74 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 88,75 miliar.

Pendapatan bersih BIRD mengalami penurunan 10,34% menjadi Rp 885,18 miliar dari kuartal I-2019 sebesar Rp 976,75 miliar. Pendapatan ini masih dikontribusikan dari kendaraan taksi mencatatkan penurunan 12% menjadi Rp 692,07 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 781,34 miliar. Pendapatan sewa kendaraan menyumbang andil Rp 201,77 miliar, penyewaan gedung Rp 1,17 miliar dan komisi lelang Rp 1,81 miliar terhadap pendapatan pada tiga bulan pertama tahun ini.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading