65 Karyawan Positif Covid-19, Ini Awal Mula Klaster Sampoerna

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
04 May 2020 11:18
Foto: Doc.Lapkeu HMSP
Surabaya, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaporkan perkembangan terkini perihal penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) di Surabaya.

Dalam keterangan pers di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020), Khofifah menyebutkan ada tambahan 29 karyawan pabrik perusahaan yang positif Covid-19.

"Hasilnya keluar semalam [Sabtu malam]," katanya dilansir detik.com, Senin (4/5/2020).

Ia menjelaskan, kini ada total 65 karyawan Sampoerna yang positif Covid-19. Sebelumnya, dari hasil swab 91 karyawan Sampoerna, ada 34 yang positif, 12 negatif dan 46 belum keluar hasilnya. Sedangkan dua orang karyawan yang positif Covid-19 telah meninggal beberapa waktu lalu.


"Jadi tambahan 29 ini dari mereka yang menunggu hasil swab di RS Dr. Soetomo. Mereka saat ini ada di salah satu hotel, masih diobservasi di sana. Saat ini dari 64 karyawan positif, 25 sudah dipindah ke rumah sakit. Mereka semua ini harus dirujuk di rumah sakit. Koordinasi terus kita lakukan," imbuhnya.

Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)Foto: Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)

Khofifah menyebut karyawan yang baru di-swab Soetomo sebenarnya sudah melakukan tes tersebut pada Selasa (14/4/2020) hingga Jumat (17/4/2020) lalu. Namun, hingga Selasa (28/4/2020) lalu, hasilnya belum diketahui.

"Itu yang kita swab, mereka yang sebenarnya sudah swab namun hasilnya tidak diketahui. Kita terus komunikasi intens dengan pihak manajemen [Sampoerna] bagaimana langkah-langkah selanjutnya," katanya.

Lalu, bagaimana awal mula dari keberadaan klaster Sampoerna?

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr. Kohar Hari Santoso menjelaskan semua berawal saat dua orang karyawan teridentifikasi positif Covid-19 pada pertengahan April lalu.

Seperti dilaporkan cnnindonesia.com, Senin (4/5/2020), dua karyawan positif corona ini kemudian dirujuk ke dua rumah sakit di Surabaya. Namun, di tengah perawatan, nyawa keduanya tak terselamatkan.

Selain dua orang tersebut, ada enam orang lainnya yang ditetapkan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka pun menjalani observasi di rumah sakit, di Kota Surabaya.

"Tapi ini dari Sampoerna, jadi ada dua penderita yang kemudian meninggal di Rumah Sakit Menur, dan Rumah Sakit Unair (RSUA). Dan ada lagi enam yang masuk rumah sakit," papar Kohar.

Tak sampai di situ, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jatim kemudian bergerak melakukan penelusuran kontak terhadap karyawan lain yang memiliki kontak erat dengan dua orang yang meninggal tersebut.

Berdasarkan hasil contact tracing itu, ditemukan 165 orang pada kelompok pertama. Dan dilanjutkan dengan sebanyak 323 orang lainnya, yang masuk dalam kelompok kedua. Mereka ditengarai memiliki kontak erat dengan penderita.

"Yang kontak erat dari mereka ini 165 orang diidentifikasi, kemudian ada lingkaran kedua sebanyak 323 orang sudah diidentifikasi," kata Kohar.

Keseluruhan karyawan itu kemudian menjalani rapid test Covid-19. Hasilnya 91 orang di antaranya menunujukkan hasil reaktif atau positif. Oleh perusahaannya mereka pun diobservasi secara mandiri di salah satu hotel di Kota Surabaya, sembari menunggu giliran pemeriksaan swab PCR.



"Kemudian melakukan pemeriksaan, di sana didapatkan ada yang rapid test-nya reaktif [positif] sebanyak 91. Dan ditindaklanjuti dengan lakukan isolasi, kemudian dilakukan pemeriksaan swab, dilakukan dua tahap, hari pertama didapatkan ada 34 positif, kemudian hari kedua sebanyak 29 positif," kata Kohar.

Saat ini sudah ada total 65 orang karyawan HMSP yang positif terinfeksi Covid-19, dua orang di antaranya sudah meninggal dunia. Sisanya dirujuk ke rumah sakit di Surabaya.

"Untuk yang positif ini sudah dilakukan penanganan di isolasi di rumah sakit, di antaranya di RS Menur dan satu rumah sakit swasta di Surabaya," ujarnya.

Kohar pun kembali mengingatkan, meski yang terkonfirmasi positif ada 65 orang, ada ratusan karyawan lainnya yang meski hasil pemeriksaannya negatif, namun mereka saat ini masih tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Mereka bukan berarti dilepas gitu aja, harus dipantau dengan seksama, oleh karenanya kita berharap semua bisa untuk turut bahu-membahu melakukan penanganan ini, karena tentu tidak sederhana untuk seseorang tetap ditempat selama 14 hari," kata Kohar.

HMSP telah memutuskan menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2, Surabaya, sejak 27 April 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Kebijakan itu dilakukan untuk melalukan pembersihan area pabrik setelah ada karyawan yang meninggal lantaran positif Covid-19.

Lantas dengan adanya kejadian tersebut, apakah rokok yang diproduksi Sampoerna aman dari virus corona baru penyebab Covid-19?

Elvira Lianita, Direktur HMSP, menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur.

"Dengan memegang prinsip perlindungan data pribadi atas karyawan kami yang terdampak, maka kami tidak memberikan data dan informasi kepada pihak lain selain pihak yang berwenang," kata dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin (4/5/2020).

Selain itu, dia mengatakan, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, perseroan juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test Covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat.

Tak hanya mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan, Sampoerna juga memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan.

Sebab itu, perseroan melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa, atau 2 hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan Covid-19 yang disarankan oleh European CDC
(European Centre for Disease Prevention and Control) dan juga World Health Organization (WHO).

Dua institusi ini menyatakan bahwa Covid-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.



[Gambas:Video CNBC]




(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading