Sejak diambil alih oleh kelompok usaha CT Corp pada tahun 1996, aset Bank Mega yang semula tercatat sebesar Rp120 miliar, kini telah mencapai Rp 101 triliun.
Di tengah situasi pandemi Covid-19, berbagai kegiatan yang telah direncanakan terpaksa harus dilakukan terbatas, dengan tetap memperhatikan “social-distancing” seperti halnya dengan perayaan ulang tahun Bank Mega ke 51. Namun demikian, tidak berarti bahwa acara syukuran tidak jadi dilaksanakan. Perayaan Digital atau “Digital Celebration” menjadi salah satu opsi dilakukannya peringatan ulang tahun Bank Mega. (dok: Bank Mega)
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib bersama dengan Dewan Komisaris dan Direksi lainnya merayakan Hari Ulang Tahun Bank Mega Ke 51, melalui video conference dengan perwakilan karyawan yang berasal dari seluruh regional di Indonesia dan Kantor Pusat. (dok: Bank Mega)
Sejak diambil alih oleh kelompok usaha CT Corp - dulu bernama Para Grup pada tahun 1996, asset Bank Mega yang semula tercatat sebesar Rp120 miliar, pada akhir 2019 telah bertumbuh mencapai Rp 101 triliun. Pertumbuhan sebanyak 840 kali lipat tersebut dapat dicapai Bank Mega dalam rentang waktu 24 tahun atau secara rata-rata bertumbuh sebanyak 36 kali lipat setiap tahunnya. Kini Bank Mega memiliki 379 jaringan kantor yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dan didukung oleh lebih dari 7000 karyawan. (dok: Bank Mega)
Dalam menjalankan bisnisnya, Bank Mega membangun sinergi dengan unit usaha ritel dalam ekosistem CT Corp, sehingga menjadi competitive advantage yang tidak dimiliki bank lain. Sebagai bagian dari ekosistem CT Corp, Bank Mega dapat memberikan keuntungan sepanjang masa, yaitu berupa potongan harga, yang tidak hanya dapat dinikmati oleh pemegang kartu kredit Bank Mega tetapi juga para nasabah individu yang melakukan transaksi pembayaran di unit usaha ritel dibawah CT Corp. Langkah ini juga berhasil meningkatkan volume usaha dan menciptakan peluang usaha baru (dok: Bank Mega)