Duh! Kasus COVID-19 di China Naik Lagi, Ini Penyebabnya

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 April 2020 09:16
Virus Corona Wuhan. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNBC Indonesia - China sepertinya belum bisa bernafas lega terkait penyebaran pandemi corona (COVID-19). Kini kasus-kasus terjangkit baru kembali muncul, bahkan naik dua kali lipat dari sebelumnya.

Komisi Kesehatan China melaporkan kenaikan kasus harian di level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Di mana Senin (13/4/2020), China mencatat ada 108 kasus baru. Sedangkan pada Sabtu (11/4/2020) sebelumnya, tercatat 99 kasus terjangkit baru. Dari 99 kasus tersebut, 97 diantaranya merupakan kasus impor.

Padahal belum lama ini Pemerintah China mencabut penguncian (lockdown) dan larangan perjalanan yang diterapkan di kota Wuhan, tempat awal munculnya wabah virus corona (COVID-19) pada Rabu (8/4/2020) setelah diterapkan selama 76 hari sejak Januari silam.



Otoritas setempat mengatakan, kasus baru melibatkan pendatang dari luar negeri. Setengah kasus terkait warga China yang baru saja kembali dari Rusia. Mereka menyeberang melalui perbatasan provinsi Heilongjiang, tepatnya kota Suifenhe dan Harbin.

Akibatnya kota-kota kecil di perbatasan China-Rusia memperketat pengawasan, bahkan memberlakukan karantina. Mereka juga menerapkan isolasi hingga 28 hari. Tes asam nukleat dan antibodi juga dilakukan. Sejumlah orang terkonfirmasi COVID-19 bahkan tanpa gejala.

Sementara itu, China juga melakukan penguncian total pada sebuah kabupaten di Provinsi Henan. Daerah itu bernama Jia, dengan total penduduk 600 ribu orang.

Semua bisnis juga telah ditutup, kecuali bahan kebutuhan pokok, medis, perusahaan logistik dan pengolahan makanan. Semua toko kecuali rumah sakit, pasar makanan, SPBU, apotek, dan hotel tutup.

[Gambas:Video CNBC]


Warga yang meninggalkan rumah harus memiliki izin khusus dan diatur berdasarkan nomor plat kendaraan. Suhu mereka akan dicek dan mereka wajib menggunakan masker selama di perjalanan.

Saat ini China mencatat total 82.249 kasus pasien terinfeksi COVID-19. Sebanyak 3.341 orang lebih meninggal dan 77.738 sembuh per Selasa (14/4/2020), menurut data Worldometers.
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading