Corona Mereda, yang Pegang Emas Bisa Kecewa...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
10 April 2020 10:04
Harga emas dunia melonjak cukup tajam di perdagangan pasar spot kemarin. Hari ini pasar ditutup merayakan libur Jumat Agung.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia melonjak cukup tajam di perdagangan pasar spot Kamis kemarin (9/4/2020). Jumat hari ini, pasar ditutup merayakan libur Jumat Agung.

Kemarin, harga emas di pasar spot ditutup di US$ 1.683,82/troy ons. Naik 2,31% dibandingkan sehari sebelumnya dan menyentuh titik tertinggi sejak awal 2013.

 



Mengutip riset GFMS, harga emas mengalami rebound signifikan sejak tertekan akibat aksi jual besar-besaran (selloff) di pasar pada pekan kedua dan ketiga Maret. Pada kuartal I-2020, harga emas naik 7% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 21% ketimbang periode yang sama pada 2019.

"Kenaikan harga emas disebabkan oleh pencairan keuntungan saat instrumen lain tertekan. Kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19 (Coronavirus Desease-2019) juga menambah nilai jual emas sebagai aset aman (safe haven)," tulis riset GFMS.

Namun pada kuartal II-2020, GFMS memperkirakan harga emas bisa turun ke rata-rata US$ 1.570/troy ons. Ini karena perkiraan bahwa serangan pandemi virus corona bakal mereda, terutama di lokasi-lokasi hot spot seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Berdasarkan data US Centers for Desease Control and Prevention, jumlah pasien positif corona hingga 9 April 2020 adalah 427.460 orang. Naik 8,21% dibandingkan hari sebelumnya.

Meski masih ada kenaikan, tetapi jauh di bawah rata-rata pertumbuhan harian sejak 22 Januari-9 April yang sebesar 20,11%. Sudah 12 hari pertumbuhan kasus positif corona di Negeri Paman Sam berada di bawah rata-rata tersebut.

 

Sementara di Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pertumbuhan kasus baru pada 9 April adalah 5,48%. Jauh di bawah rata-rata pertumbuhan harian sepanjang 18 Maret-9 April yaitu 11,45%. Sudah 11 hari beruntun kasus baru di Benua Biru bertambah di kisaran satu digit.




Seiring meredanya teror virus corona, investor akan semakin berani masuk ke instrumen yang lebih berisiko. Aset aman seperti emas akan kekurangan peminat.

"Ditambah dengan kebijakan karantina wilayah (lockdown) di India, permintaan emas akan semakin berkurang. Ke depan, harga akan semakin tertekan," sebut riset GFMS.


TIM RISET CNBC INDONESIA



[Gambas:Video CNBC]




(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading