Asing Kabur Rp 221 M, Bikin IHSG Anjlok Nyaris 3%

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
08 April 2020 10:38
IHSG anjlok 2,8% pada 10.20 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin melemah menjelang siang usai rilis data penjualan ritel yang terkontraksi untuk periode Februari 2020.

IHSG masih bergerak di zona merah bersama dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia lainnya. Pada 10.20 WIB, IHSG terkoreksi 2,8% ke level 4.645,066. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 2,25 triliun dengan asing keluar dari bursa saham RI mencapai Rp 221,18 miliar.

Berdasarkan data RTI, lima saham yang menjadi penggerak indeks bursa saham tanah air berasal dari sektor telekomunikasi, perbankan dan konsumen. Kelima saham tersebut adalah :


  • PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang turun 80 poin atau terkoreksi 3,51% dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,33 miliar.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ambles 300 poin atau turun 2,98% dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,91 miliar.
  • PT Bank Cenral Asia Tbk (BBCA) melorot 350 poin atau berkurang 1,24% dengan nilai transaksi mencapai Rp 160,44 miliar.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang ambrol 125 poin atau terkoreksi 1,92% dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,21 miliar.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 150 poin atau 4,95% dengan nilai transaksi mencapai Rp 331,05 miliar.



Pada pukul 10.00 WIB, Bank Indonesia (BI) merilis data penjualan eceran untuk periode Februari 2020. Hasilnya bisa ditebak, penjualan ritel mengalami kontraksi sebesar 0,8% (yoy). Kontraksi terjadi lebih dalam dari periode Januari 2020 yang hanya minus 0,3% (yoy).

Penurunan penjualan eceran tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan kelompok Barang Lainnya, khususnya subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi RI berada dalam tekanan akibat merebaknya wabah virus corona di tanah air.

Hingga kemarin, jumlah kasus corona di dalam negeri sudah mencapai 2.738. Jumlah pasien sembuh mencapai 204 orang dan meninggal mencapai 221 orang. Sisanya sebanyak 2.313 masih berada dalam perawatan.

Investor asing agaknya masih jaga jarak dari pasar saham tanah air. Tercermin dari aksi jual bersih yang dibukukan sejak awal tahun hingga kemarin mencapai Rp 11,8 triliun. Ada indikasi investor asing meragukan kemampuan Indonesia dalam menangani wabah corona.

Sebagai gambaran. Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk yang besar (~270 juta jiwa), tetapi tes corona hanya dilakukan pada segelintir orang saja. Per 1 juta penduduk, RI hanya mengetes 36 orang saja.

Angka ini jauh berbeda dengan negara-negara lain yang melakukan tes corona secara masif dan agresif. Lihat saja Malaysia melakukan tes kepada 1.605 orang per 1 juta populasi.

Singapura melakukan tes 6.666 orang per 1 juta populasi. Korea Selatan bahkan nyaris 9.000 orang per 1 juta populasi. Faktor ini masih jadi sentimen negatif yang membuat bursa saham tanah air tertekan.




[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading