IHSG Melesat 7%, Saham KAEF & INDF Lagi-lagi Kena ARA

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 March 2020 10:59
Kamis kemarin, bursa kebanggaan Tanah Air ini mencatat penguatan 10,19%
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat di perdagangan sesi I Jumat (27/3/2020) melanjutkan kenaikan impresif kemarin.

Pada pukul 10:30 WIB, IHSG menguat 7,01% ke 4.642,964. Kamis kemarin, bursa kebanggaan Tanah Air ini mencatat penguatan 10,19% ke 4.388,904. Persentase kenaikan IHSG hari ini merupakan yang terbesar sejak 8 Juni 1999. Sementara rekor persentase kenaikan terbesar IHSG tercatat pada 2 Februari 1998 ketika melesat 14,03%, berdasarkan data Refinitiv.

Selain itu, perdagangan kemarin juga mencatat rekor frekuensi transaksi terbanyak, mengalahkan rekor sebelumnya yang dibukukan pada 12 September 2019.


"Untuk perdagangan saham hari ini, tercatat rekor frekuensi transaksi tertinggi, yaitu sebanyak 879.652 kali. Rekor sebelumnya tercatat sebanyak 655.380 kali pada tanggal 12 Sept 2019 yang lalu," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, Kamis (26/3/2020).



Pemicu penguatan IHSG masih sama, rally bursa saham AS (Wall Street) akibat stimulus fiskal jumbo senilai US$ 2 triliun yang sebentar lagi akan akan dikucurkan. Indeks Dow Jones bahkan melesat lebih dari 20% dalam 3 hari perdagangan saja.

Sebagai kiblat bursa saham dunia, penguatan Wall Street membuat sentimen di pasar Asia ceria, dan mengangkat kinerja IHSG.

Mengiringi melesatnya IHSG, ada beberapa emiten yang kena atau mendekati auto reject tetapi tetap hepi, alias kena Auto Reject Atas (ARA) akibat harga sahamnya yang melesat tajam.

Untuk emiten yang harga sahamnya direntang rentang harga Rp50 sampai dengan Rp200, batas ARA yakni lebih dari 35%, yakni PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) +33,33%, PT Meta Epsi Tbk (MTPS) +32,58%.

Kemudian untuk emiten yang harga sahamnya lebih dari Rp200 sampai dengan Rp5.000, batas ARA lebih dari 25%, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) +25%, yang kemarin juga terkena ARA. Selanjutnya ada PT Indo Farma Tbk. (INAF) +25%, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) +25%, PT Phapros Tbk. (PEHA) +24,86%, dan PT Argha Karya Prima Tbk. +24,83%.

Yang terakhir untuk emiten dengan harga saham di atas Rp. 5.000 batas ARA lebih dari 20%, hingga pukul 10:30 WIB belum ada emiten yang mendekati batas tersebut.


[Gambas:Video CNBC]




TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading