Pasar Terguncang Lagi, Tenang...Ada 9 Stimulus OJK-SRO nih!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 March 2020 09:26
Pasar Terguncang Lagi, Tenang...Ada 9 Stimulus OJK-SRO nih!

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia telah memberikan 9 stimulus untuk meredam tekanan di pasar saham di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Mengacu data BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga Jumat, 20 Maret 2020 terkoreksi sebesar 33,41%. Seirama dengan bursa saham di Asia Tenggara yang juga terkoreksi seperti bursa saham Filipina anjlok 38,85%, Thailand terkoreksi 28,38%, Singapura turun 25,20% dan Malaysia anjlok 17,97%.

Koreksi ini disebabkan karena tekanan jual yang begitu massif akibat dampak dari wabah COVID-19.


Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo menyampaikan, OJK dan SRO pasar modal yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) -- akan terus memantau perkembangan pasar dan meninjau serangkaian kebijakan yang berlaku untuk menjaga pasar tetap beroperasi seperti biasa di tengah volatilitas pasar yang dipenuhi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.


Setidaknya ada 9 stimulus yang sudah diberikan oleh OJK dan SRO untuk memberikan kepastian hukum dalam menghadapi situasi seperti ini, antara lain melalui kebijakan:

Pertama, kebijakan pembelian kembali (buyback) saham oleh emiten atau perusahaan publik tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan jumlah maksimum saham hasil pembelian kembali (treasury stock) ditingkatkan dari 10% menjadi 20% dari modal disetor.

Kedua, perpanjangan batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Tahunan Tahun 2019, Laporan Tahunan bagi Emiten dan Perusahaan Publik, termasuk Perusahaan Tercatat, yaitu selama 2 bulan dari batas waktu penyampaian.

Ketiga, perpanjangan batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim I Tahun 2020 bagi Perusahaan Tercatat selama 2 bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BEI.

Sehubungan dengan perpanjangan batas waktu tersebut, maka Bursa akan menyesuaikan pengenaan notasi khusus "L" pada kode Perusahaan Tercatat.

Selanjutnya, perpanjangan batas waktu penyelenggaraan RUPS Tahunan oleh Emiten dan Perusahaan Publik selama dua bulan. Kelima, penyelenggaraan RUPS oleh Perusahaan Terbuka dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas Electronic Proxy pada sistem E-RUPS.

Keenam, Perubahan batasan Auto Rejection pada Peraturan Perdagangan di Bursa Efek. Lalu, pelarangan Transaksi Short Selling (jual kosong saham yang belum dimiliki) bagi semua Anggota Bursa mulai tanggal 2 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang ditetapkan OJK.

Berikutnya, pelaksanaan trading halt (penghentian sementara) selama 30 menit dalam hal IHSG mengalami penurunan mencapai 5%. Terakhir, penyesuaian nilai haircut dan perhitungan risiko (risk charge) untuk stimulasi pasar.


Tidak hanya melalui stimulus, di tengah pandemi corona, OJK dan SRO juga telah melaksanakan Business Continuity Management (BCM) untuk menjamin kelangsungan operasional kegiatan pasar modal tetap berlangsung melalui kebijakan pembagian area kerja (split operation) ke beberapa lokasi kerja.

Pelaksanaan bekerja dari rumah (Work from Home/WfH) dengan tetap memperhatikan keberlangsungan layanan kepada stakeholders.

Selanjutnya, membatasi kegiatan-kegiatan, seperti sosialisasi, rapat, dan kegiatan lain yang memerlukan interaksi dengan orang banyak dengan menggunakan fasilitas elektronik dan memastikan lingkungan kerja yang sehat dan memastikan kesehatan karyawan.

Pada perdagangan Senin pagi ini (23/3), IHSG dibuka di level 4.194 dan terus turun sebesar 3,87% di level 4.030 pada pukul 09.21 WIB dengan sebanyak 224 saham turun, 49 saham naik, dan sisanya 79 saham stagnan.


[Gambas:Video CNBC]



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading