Situasi Berbeda, Uang Tunai Lebih Berharga dari Emas

Market - Tirta Widi Gilang Citradi, CNBC Indonesia
18 March 2020 06:50
Melanjutkan tren koreksi yang sudah terjadi sejak pekan lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas pada perdagangan kemarin (Selasa, 17/3/2020) sempat turun hampir 2%. Melanjutkan tren koreksi yang sudah terjadi sejak pekan lalu.

Investor tampaknya lebih nyaman menyimpan uang mereka dalam bentuk tunai, karena kekhawatiran terhadap wabah virus corona atau COVID-19 akan berdampak serius terhadap ekonomi dunia. Persepsi ini menghantui para pelaku pasar. 

Harga smas di pasar spot sempat turun 2,7% menjadi $ 1,472.36/troy ounce (Oz), setelah merosot sebanyak 5,1% pada hari Senin ke level terendah sejak November 2019. Emas berjangka AS kehilangan 1% menjadi $ 1,472/Oz.





"Ini hanya tren berkelanjutan dari posisi emas yang dilikuidasi ketika pasar saham runtuh. Ada tren ke arah memegang uang tunai di pasar dan itu tercermin dalam emas, "kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA seperti dikutip dari CNBC International.

"Dengan kehancuran di pasar ekuitas, jelas bahwa pemegang emas, perak, dan paladium jangka panjang melikuidasi posisi yang sudah menguntungkan untuk menutupi kerugian di tempat lain."

Padahal harga emas sebenarnya mendapat sentimen positif dari rendahnya suku bunga acuan. Rendahnya suku bunga terutama di AS membuat memegang instrument investasi tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih dilirik. Karena biaya yang ditanggung alias opportunity cost memilih aset ini menjadi lebih rendah dan emas menjadi intstrumen yang menarik.

Namun saat ini bukanlah kondisi yang normal. Sehingga teori emas sebagai aset safe haven sempat dipertanyakan oleh banyak orang. "Sayangnya ini bukan waktu yang normal, sehingga aturan yang biasa tampaknya tidak berlaku lagi" kata Jeffrey.

Bursa saham Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi setelah Wall Street terkoreksi dalam. Sempat tercatat dalam sejarah sebagai berita utama tentang wabah dan dampak ekonomi global melecutkan sentimen investor.


Sejumlah negara dan bank sentral negara maju telah meningkatkan langkah-langkah untuk melindungi ekonomi mereka dari wabah, yang telah menginfeksi lebih dari 174.100 orang secara global.

The Federal Reserve AS memangkas suku bunganya kembali mendekati nol dalam langkah kejutan pada hari Minggu, untuk mendukung ekonomi global yang memburuk dengan cepat.

Dengan banyak risiko di pasar, yang seharusnya harga emas naik. Namun The Fed menekan tombol panik, menandakan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi, kata Stephen Innes, kepala strategi pasar di AxiCorp.

"Tapi kita harus mempertimbangkannya dengan fakta bahwa ekuitas mungkin akan jatuh lebih jauh karena kerusakan ekonomi akan menjadi lebih buruk dari yang diperkirakan. Jadi, berita buruk dan kabar baik sama-sama buruk untuk emas saat ini, "katanya.

Kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun 0,2% menjadi 929,84 ton pada hari Senin.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading