IHSG Ambles 10%, Ini 5 Saham yang "Kebal" Virus Corona

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 March 2020 17:05
Total sepanjang pekan ini, bursa kebanggaan Tanah Air ini ambles 10,75%, dan menjadi kinerja mingguan terburuk sejak bulan Oktober 2008.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles di pekan ini, hingga menembus ke bawah level 5.000. Aksi jual yang masif membuat IHSG mengalami pekan paling horror sejak tahun 2008.

Total sepanjang pekan ini, bursa kebanggaan Tanah Air ini ambles 10,75%, dan menjadi kinerja mingguan terburuk sejak bulan Oktober 2008.

Persentase penurunan tersebut bisa jadi lebih besar seandainya IHSG gagal rebound pada perdagangan Jumat (13/3/2020) kemarin. IHSG mengakhiri perdagangan Jumat dengan menguat 0,24% di level 4.907,571, setelah sebelumnya merosot 5,23% ke 4.639,914. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 24 Februari 2016.


Tidak hanya mengalami pekan horor, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan harus mengalami penghentian perdagangan sementara (trading halt) selama 30 menit sebanyak 2 kali di pekan ini akibat merosot lebih dari 5%.

Sesuai dengan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan bursa saham akan dihentikan selama 30 menit jika IHSG anjlok 5% atau lebih, sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Meski IHSG membukukan kinerja mingguan terburuk dalam nyaris 12 tahun terakhir, tetapi beberapa saham justru melesat tinggi, 2 saham bahkan penguatannya lebih dari 50%. Berikut 5 saham dengan kinerja terbaik di pekan ini.


PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA)
Sepanjang pekan ini, saham DADA melesat 52,44% menjadi Rp 250 per saham. DADA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti dan pertama kali melantai di bursa pada 14 Februari lalu.

Perusahaan melepas sebanyak 2,14 miliar saham baru ke publik atau setara 29,91% saham dengan harga penawaran Rp 102 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini, Diamond Citra meraih dana Rp 218,99 miliar.

PT Star Pasific Tbk. (LPLI)
LPLI menjadi saham kedua yang penguatannya menembus 50%. Harga saham perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan teknologi informasi ini mencatat penguatan 51,85% ke Rp 82 per saham di pekan ini.

PT Star Pasific Tbk. pertama kali berdiri pada tahun 28 Mei 1983, dan pertama kali melantai di bursa pada 23 Oktober 1989.

PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII)
PT. Fortune Mate Indonesia Tbk bergerak dalam bidang real estat dan jasa konstruksi. Perusahaan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 1989 yang terdiri dari pembuatan alas kaki yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur dan menghentikan operasinya sejak pertengahan Maret 2004. Kantor perusahaan dan real estat berlokasi di Surabaya.

Sepanjang pekan ini saham FMII menguat 44,68%.

PT Telefas Indonesia Tbk. (TFAS)
TFAS mencatatkan saham perdana di bursa pada 17 September 2019. Sepanjang pekan inii saham TFAS menguat 37,39% menjadi 158 per saham.
PT Telefas Indonesia Tbk. berfokus untuk mendigitalisasi bisnis sumber daya manusia (SDM), mulai dari perekrutan hingga pengelolaan SDM yang ada di perusahaan.

Perusahaan juga aktif berinvestasi untuk mendukung pengembangan bisnisnya ini, mulai dari untuk kebutuhan pengembangan software dan hardware.


PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA)
Saham BACA dalam ini menguat 34,29% menjadi Rp 470 per saham, dan melengkapi 5 besar saham terbaik minggu ini. PT Bank Capital Indonesia mencatatkan saham perdananya pada 4 Oktober 2007.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading