Makin Jeblok, Rupiah Kini Rp 14.810/US$ & Terlemah di Asia

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 March 2020 09:47
Mayoritas mata uang utama Asia memang melemah melawan dolar AS pada perdagangan hari ini, tetapi rupiah yang paling parah
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah semakin jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (13/3/2020) akibat semakin memburuknya sentimen pelaku pasar yang memicu aksi jual masif.

Pada pukul 09:30 WIB, kurs rupiah ambles 2,07% ke Rp 14.810/US$. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 13 November 2018.

Mayoritas mata uang utama Asia memang melemah melawan dolar AS pada perdagangan hari ini, tetapi rupiah yang paling parah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua pelemahannya 'hanya' 1,08%.


Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia pagi ini.



Aksi jual akibat pandemi virus corona terus terjadi di pekan ini, bahkan semakin parah sejak Kamis kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru dibuka pada pukul 09:00 WIB lalu langsung jeblok 5% dan sekali lagi mengalami trading halt
(pemberhentian perdagangan selama 30 menit). Kamis kemarin, perdagangan IHSG dihentikan lebih awal setelah anjlok 5,01% pada pukul 15:33 WIB.
Sesuai dengan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan bursa saham akan dihentikan selama 30 menit (trading halt) jika IHSG anjlok 5% atau lebih, sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Selain dari pasar saham, aksi jual juga terjadi di pasar obligasi Indonesia. Yield obligasi tenor 10 tahun kemarin naik 26,9 basis poin (bps) menjadi 7,248%. Yield tersebut menjadi yang tertinggi sejak 19 Desember 2019.

Sebagai informasi, pergerakan yield obligasi berbanding terbalik dengan harganya. Ketika yield turun, berarti harga sedang naik. Sebaliknya, ketika yield naik, berarti harga sedang turun. Saat harga sedang turun, itu artinya sedang terjadi aksi jual di pasar obligasi.

Outflow yang terjadi di pasar saham dan obligasi tersebut membuat rupiah semakin terpuruk.


TIM RISET CNBC INDONESIA



(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading