IHSG Drop 2,2%, Kinerja Bursa Saham Paling Buruk di Asia

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
27 February 2020 11:35
Pelemahan itu sudah menyalip koreksi yang terjadi di indeks Topix di Jepang yang sudah lebih dulu turun di atas 2% sejak sejam yang lalu.
Jakarta, CNBC Indonesia - Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 2% ternyata membuat pasar saham domestik menjadi yang paling melemah di antara indeks saham utama Asia hingga siang ini.

Data transaksi bursa menunjukkan koreksi yang terjadi pada IHSG membuatnya turun hingga 2,2% menjadi 5.562 pada pantauan terakhir 11.19 WIB. Pelemahan itu sudah menyalip koreksi yang terjadi di indeks Topix di Jepang yang sudah lebih dulu turun di atas 2% sejak sejam yang lalu.

Pelemahan IHSG juga membuatnya terseret ke bawah level psikologis 5.600, sekaligus level terendah sejak hampir 3 tahun lalu yakni pada April 2017.


Jika koreksi iHSG bertahan hingga akhir perdagangan hari ini, maka pelemahan itu akan menjadi penurunan terbesar harian sejak 5 Agustus 2019. Pada awal Agustus tahun lalu itu, IHSG turun 2,59% menjadi 6.119 dari posisi sehari sebelumnya 6.340.

Dari sembilan indeks sektoral yang semuanya melemah itu, indeks sektor keuangan menjadi yang paling membebani pergerakan IHSG dengan penurunan pada empat emiten terbesarnya.

Secara berurutan, koreksi saham yang paling membebani IHSG yaitu PT Bank Rakya Indonesia Tbk (BBRI) 7,14%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) -3,27%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) -3,92%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 3,77%.

Antara Bank MandiridanBNI, ada dua nama yaitu perusahaan petrokimia PT Chandra AsriPetrochemicalTbk (TPIA) yang turun 4,32% dan produsenpajakterbakPTCharoenPokphandIndonesiaTbk (CPIN) yang turun 5,04%.

 

 

[Gambas:Video CNBC]




 

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading