Analisis Teknikal IHSG

Asing Kabur Rp 1,5 T Lebih, ke Mana Tren IHSG Hari Ini?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
27 February 2020 08:54
Asing Kabur Rp 1,5 T Lebih, ke Mana Tren IHSG Hari Ini?

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dengan koreksi 98 poin atau -1,7% ke level 5.688 pada penutupan perdagangan Rabu (26/2/2020) kemarin. IHSG menggenapi pelemahan secara 4 hari beruntun.

Volume perdagangan di bursa saham terlihat lebih ramai dengan mencatatkan transaksi senilai Rp 7,72 triliun, lebih tinggi dari transaksi sehari sebelumnya yang mencapai Rp 5,46 triliun. Naiknya nilai transaksi yang diiringi dengan penurunan patut diwaspadai karena IHSG sedang dilanda tren penurunan.

Investor asing (foreign) melakukan pelepasan saham yang cukup besar. Asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) senilai Rp 1,56 triliun di pasar reguler, jauh lebih tinggi dari net sell sebelumnya yang mencapai Rp 794,77 miliar.

Secara teknikal, IHSG masih dibayangi tekanan karena bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam 5 hari (Moving Average/MA-5). Pelemahannya berpotensi kembali berlanjut seiring terbentuknya pola lilin hitam (black candle) seperti yang ditunjukkan pada grafik candlestick.

Level penahan koreksi (support level) yang berpotensi disentuh IHSG hari ini berada di 5.600.

Sumber: Refinitiv (Reuters)

Dari bursa global, khususnya bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak mixed pagi tadi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 123 poin atau -0,46% ke level 26.957, S&P 500 minus 11 poin atau -0,38% ke level 3.116, dan Nasdaq positif 15 poin atau 0,17% ke level 8.980.


Tekanan jual sedikit mereda di mana trader di bursa Wall Street membeli dan menjual saham menyikapi perkembangan terkait virus corona. Penyebaran di luar China dan dampak potensial terhadap pertumbuhan global menjadi fokus utama saat ini.

Berdasarkan pantauan Johns Hopkins CSSE pagi ini, jumlah orang terinfeksi telah mencapai 81.409 orang secara global, dengan 2.772 korban meninggal. Namun demikian, korban sembuh juga cukup banyak mencapai 30.322 sejauh ini.

Dari segi penyebaran, virus mematikan penyebarannya mulai meluas ke berbagai negara dunia. Pada Kamis pagi (27/2/2020), sudah ada 45 negara yang mengkonfirmasi terjangkit wabah yang diketahui dari kota Wuhan, China tersebut.

Dari Benua Eropa, sebanyak 12 negara mulai terjangkiti. Italia, negara di selatan Eropa menjadi salah satu negara yang melaporkan kasus kematian terbanyak di luar China dengan 12 korban jiwa meninggal.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

[Gambas:Video CNBC]




(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading