Analisis Teknikal IHSG

Cenderung Koreksi Terbatas, IHSG Kini Menguji Level 5.900

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
18 February 2020 08:49
Cenderung Koreksi Terbatas, IHSG Kini Menguji Level 5.900

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ditutup naik tipis 0,01%, ke level 5.867. IHSG bergerak di level yang cukup sempit hanya 25 poin dengan rentang 5.853 hingga 5.878.

Memasuki perdagangan hari ini Selasa (18/2/2020), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas. Rentang pergerakannya berpotensi terjadi pada level 5.850 hingga 5.900.

Secara teknikal, pelemahan IHSG tampak mulai berkurang dengan level penahan koreksinya (support level) di 5.850. Meski demikian, IHSG masih dibayangi fluktuasi yang tercermin dari pola lilin berputar (spinning candle).


Potensi kembali terjadi penurunan masih terbuka karena IHSG masih bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5).


Sumber: Refinitiv (Reuters)

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), dua indeks saham utama ditutup bervariatif pada pagi dini hari. Dow Jones (DJIA) turun 0,09% ke level 29.398, S&P 500 naik 0,18% ke level 3.380, adapun Nasdaq tidak diperdagangkan karena perayaan Washington's Birthday.

Bursa Wall Street yang sempat tertekan pada sesi pertama berhasil bangkit karena kebijakan perpajakan Pemerintah AS. Reporter CNBC International Kayla Tausche melaporkan bahwa Gedung Putih mempertimbangkan untuk memberikan insentif pajak bagi masyarakat yang membeli saham.


Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca dagang RI untuk bulan Januari 2020 mengalami defisit US$ 870 juta. Angka tersebut jauh di atas konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan defisit hanya US$ 152 juta.

Membengkaknya defisit perdagangan memberikan gambaran tantangan terhadap perekonomian di tahun 2020, terlebih dengan adanya wabah virus corona. Pemerintah China mengatakan bahwa korban virus Corona hingga Selasa pagi (18/2) telah mencapai 1.868 orang meninggal dan 72.436 yang terjangkiti.


TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]




(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading