Terpuruk di Akhir Pekan, IHSG Masih Dibayangi Pelemahan

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
14 February 2020 19:58
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (14/2/2020) dengan ditutup turun 5 poin atau 0,09% ke level 5.866.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan pada Jumat (14/2/2020) dengan ditutup turun 5 poin atau 0,09% ke level 5.866.

Gairah investasi sedikit berkurang di pasar saham, terlihat dari transaksi yang tercipta hanya Rp 6,2 triliun, lebih rendah dari transaksi Kamis (13/2/2020) yang mencapai Rp 6,8 triliun.

Secara teknikal, IHSG masih dalam tekanan jangka pendeknya karena masih bergerak di bawah rata-ratanya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5).

Sumber: Refinitiv (diolah)

Tanda-tanda pelemahan IHSG sudah terlihat ketika dibuka melemah 0,24% di level 5.857 yang terbentuk pada pra-perdagangan. Penguatannya berangsur-angsur hilang lantaran bursa saham dilanda aksi ambil untung (profit taking).

Setelah tertekan hampir 30 menit, IHSG mampu bangkit dan masuk ke zona hijau pada pukul 09:53 WIB. IHSG berhasil menyentuh level tertingginya pada pukul 09:58 WIB pada level 5.890 (+0,31%). Namun sayang, IHSG dilanda aksi jual melihat bursa Asia yang terkoreksi.

Per akhir sesi satu, IHSG terkoreksi 0,06% ke level 5.868, hal ini lantaran dipengaruhi wabah virus corona yang angkanya semakin melonjak.

Covid-19 nama baru yang diberikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus corona dari Wuhan tersebut kini menjangkiti lebih dari 64.000 orang di seluruh dunia. Dalam dua hari terakhir, telah terjadi penambahan lebih dari 15.000 orang yang terjangkiti. Total korban meninggal akibat virus corona sebanyak 1.491 orang.

Pada perdagangan sesi II, IHSG semakin terkoreksi dengan ditutup minus 0,09%. Hal ini ditengarai oleh investor asing yang cenderung melepas portofolio sahamnya dengan membukukan jual bersih (net sell) senilai Rp 368 miliar di pasar reguler dan Rp 363 miliar di semua pasar.

Saham-saham yang banyak dilepas asing antara lain: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (-Rp 434,39 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia/TLKM (-Rp 105,34 miliar), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk/ICBP (-Rp 15,8 miliar), PT Sarana Menara Nusantara Tbk/TOWR (-Rp 12,42 miliar).

TIM RISET CNBC INDONESIA



(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading