Analisis Teknikal IHSG

Sudah Jenuh Dijual Terus, IHSG Beri Sinyal Mau Bangkit

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
12 February 2020 19:58
Sudah Jenuh Dijual Terus, IHSG Beri Sinyal Mau Bangkit

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (12/2/2020) mengakhiri perdagangan dengan penurunan 41 poin atau -0,69% ke level 5.913.

Transaksi bursa terlihat lebih ramai dengan menciptakan Rp 7 triliun, jauh lebih tinggi dari nilai transaksi sehari sebelumnya yang mencapai Rp 4.8 triliun. Investor asing menyumbang 39,9% nilai transaksi tersebut, dan sisanya 60,1% oleh investor domestik.

Secara teknikal, IHSG cenderung tertekan secara jangka pendek karena bergerak di bawah rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5).


Meski tertekan, potensi penguatan IHSG esok hari Kamis (13/2) masih terbuka, karena indeks sudah menyentuh level jenuh jualnya (oversold) yang tercermin melalui indikator teknikal Relative Strength Index (RSI).

Sumber: Refinitiv

IHSG sebenarnya mengawali perdagangan di zona hijau dengan penguatan 0,04% di level 5.957. Akan tetapi penguatannya berangsur-angsur hilang karena bursa saham dilanda aksi profit taking. Per akhir sesi satu, IHSG melemah 0,93% ke level 5.899.

Pada perdagangan sesi II, IHSG berangsur-angsur menipiskan pelemahannya meski pada akhir perdagangan harus ditutup dengan koreksi 0,69%. Kebangkitan IHSG pada sesi II tidak lepas dari masuknya investor asing ke bursa saham dengan mencatatkan Rp 129,1 miliar di pasar reguler.

Saham-saham yang banyak diburu asing di pasar reguler yakni: PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 145,27 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 133,84 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 69,52 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia/TLKM (Rp 63,98 miliar), dan PT United Tractors Tbk/UNTR (Rp 25,4 miliar).

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading