Laba Unilever di 2019 Ambles 18,68%, Hanya Rp 7,4 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
30 January 2020 18:26
Meski laba bersih mengalami penurunan perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 42,9 triliun atau meningkat 4,8%.
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sepanjang 2019 membukukan laba bersih Rp 7,4 triliun turun 18,68% dibandingkan periode yang sama 2018 yang tercatat sebesar Rp 9,1 triliun. 

Meski laba bersih mengalami penurunan perseroan berhasil mencatat penjualan bersih sebesar Rp 42,9 triliun atau meningkat 4,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik yang meningkat 5,8% berkat berbagai inisiatif dan inovasi yang dilakukan Perseroan pada tahun 2019.

"Kami berkomitmen untuk memberikan kinerja keuangan jangka panjang dengan menciptakan keseimbangan yang baik antara pertumbuhan dan margin melalui model bisnis berkelanjutan kami. Perseroan terus melakukan serangkaian inovasi dalam berbagai lini bisnisnya, dengan begitu produk dan layanan kami akan selalu relevan bagi konsumen di masa depan. Upaya-upaya ini juga kami yakini akan mampu terus menunjang kinerja keuangan jangka panjang kami yang positif," kata Sancoyo Antarikso, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever, melalui siaran pers yang dirilis, Rabu (30/1/2020).

Jika dibandingkan secara langsung, pertumbuhan penjualan Perseroan pada tahun 2019 memang terlihat meningkat sebesar 2,7%. Hal ini dikarenakan pada penjualan bersih 2018 masih mengandung penjualan kategori Spreads.


Untuk memperoleh perbandingan yang setara, maka angka penjualan kategori Spreads yang telah di-divestasi Perseroan pada kuartal III 2018 harus dikeluarkan dari angka penjualan bersih tahun 2018, sehingga mendapatkan angka pertumbuhan penjualan bersih 2019 sebesar 4,8%.

Begitu pula dengan laba Perseroan. Pada tahun 2019 Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 7,4 triliun.

Selain itu, jika dibandingkan secara langsung, laba Perseroan terlihat menurun dibanding tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 9,1 triliun. "Hal ini dikarenakan pada tahun 2018 Perseroan memperoleh keuntungan tidak reguler (once-off gain) dari divestasi kategori Spreads sebesar Rp 2,1 triliun dan masih terdapat laba dari kategori Spreads sebesar Rp 200 miliar. Jika laba tahun 2019 dibandingkan dengan laba tahun 2018 tanpa memperhitungkan keuntungan tersebut, maka laba bersih Perseroan meningkat sebesar 9,3%," jelas Sancoyo.


[Gambas:Video CNBC]





(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading