Kekhawitran Virus Corona Mereda, Wall Street Dibuka Menghijau

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
24 January 2020 21:49
Kekhawitran Virus Corona Mereda, Wall Street Dibuka Menghijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (25/01/2020) menyusul musim laporan keuangan emiten mengikuti kenaikan kinerja emiten-emiten Negeri Adidaya tersebut di tengah meredanya kekhawatiran seputar virus Corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 125 poin (0,4%) pada pembukaan perdagangan pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), tetapi surut 94,1 poin (0,32%) selang 15 menit kemudian ke 29.253,49. Indeks Nasdaq naik 34,82 poin (0,37%) ke 9.436,52 dan S&P 500 tumbuh 2,75 poin (0,08%) ke 3.328,36.

American Express membukukan laba bersih dan pendapatan kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis. Kinerja positif tersebut terbantu oleh kuatnya pendapatan dari kartu kredit. Saham perseroan menguat lebih dari 3%.

Di sisi lain, saham Intel melesat lebih dari 6% setelah kinerja keuangannya juga melampaui ekspektasi analis. Perseroan juga menyampaikan outlook yang optimistis untuk kinerja kuartal 2020.

Sejauh ini, lebih dari 16% perusahaan yang menjadi konstituen indeks S&P 500 telah merilis kinerja kuartalan mereka. Dari jumlah tersebut, data FactSet menyebutkan 70% di antaranya membukukan laba bersih lebih baik dari perkiraan pasar.

CEO The Earnings Scout Nick Raich menunjukkan bahwa kinerja emiten S&P 500 juga membaik, yang menjadi alasan saham terus menguat.

"Kenaikan harga telah melampaui perbaikan underlying dalam ekspektasi laba bersih per saham (EPS). Ini yang membuat harga saham mahal dalam hemat kami," tuturnya sebagaimana dikutip CNBC International.

Sepanjang pekan ini, bursa AS dibayangi oleh ketakutan wabah virus corona China, yang telah membunuh 26 orang dan menjangkiti 830 orang lainnya. Akibatnya, indeks S&P 500 dan Dow Jones berpeluang mencatat koreksi mingguan pertama 2020 sedangkan indeks Nasdaq tertahan.

Virus yang berasal dari kota Wuhan, China, tetapi sudah menyebar hingga AS, Jepang, dan Korea Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis telah menerapkan status "darurat di China" tapi belum mengategorikannya sebagai darurat global.

Ini memberikan sedikit kelegaan bagi investor, yang mengkhawatirkan situasi tersebut akan tereskalasi menjadi darurat global. Sementara dari sisi fundamental ekonomi, pemerintah akan merilis angka manufaktur per January pada pukul 09:45 waktu setempat.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading