Virus Corona Tak Cukup Kuat Angkat Harga Emas

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 January 2020 10:11
Penyebaran virus korona tak cukup kuat buat mengangkat harga emas karena dolar masih perkasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Pagi harga emas mengalami pelemahan setelah kemarin ditutup menguat. Isu merebaknya virus corona yang menjangkiti China dan beberapa negara lain ternyata tak cukup kuat untuk mengangkat harga si logam mulia.

Kamis (23/1/2020) harga emas di pasar spot turun 0,15% menyentuh level US$ 1.556,3/troy ons. Pekan ini harga emas bergerak di kisaran US$ 1.556 - uS$ 1.561/troy ons. Harga emas memang cenderung bergerak terbatas.

Baru-baru ini ada penemuan virus baru yang masih tergolong dalam jenis virus penyebab SARS di China. Virus ini ditemukan di Wuhan setelah menjangkiti orang - orang di sana. Saat ini sudah ada 540 kasus dan 17 orang dinyatakan meninggal.

Tak hanya China saja, virus ini juga sudah menjangkiti beberapa negara lain seperti Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Thailand hingga Amerika Serikat (AS). Semua melibatkan turis China asal Wuhan.


Pemerintah China saat ini sedang berupaya untuk mencegah agar virus ini tak menyebar. Akses transportasi di kota Wuhan saat ini ditutup. Segala bentuk transportasi seperti bus, kereta api, kapal laut dan penerbangan udara di kota Wuhan ditunda mulai 23 Januari pukul 10.00 waktu setempat. Warga dilarang bepergian keluar kota kecuali ada urusan yang mendesak.

Sementara itu, saat ini Hong Kong tengah melakukan karantina terhadap seorang turis asal China yang positif terinfeksi virus korona. Turis berusia 39 tersebut datang dari Wuhan dengan kereta api dan kini sedang berada di bangsal isolasi rumah sakit Princess Margaret, Hong Kong.

Virus ini juga dengan cepat berada di AS setelah ada satu kasus dilaporkan. Presiden AS Donald Trump yang kala itu berada di Davos untuk menghadiri pertemuan World Economic Forum telah memerintahkan US Centers for Disease Control and Prevention untuk melakukan segala upaya pencegahan.

Karena respons sigap dari pemerintah tersebut membuat kekhawatiran akan menyebarnya virus corona dan jadi pandemi seperti SARS pada 2002-2003 sedikit berkurang. Namun bukan berarti tak ada kemungkinan virus ini berhenti untuk menyebar. Jadi harus tetap terus diwaspadai.

"Sekarang ini bukan masalah virus korona telah selesai. Hanya saja belum ada laporan baru terkait penyebaran yang masif (outbreaks) dan respons pemerintah China sangat positif " kata Kay Van Peterson, Global Macro Strategist di Saxo Capital Market, melansir Reuters.

Setidaknya tindakan sigap yang diambil pemerintah China membuat kekhawatiran di pasar agak sedikit mereda. Sehingga memberatkan harga emas. Faktor lain yang juga jadi pemberat pergerakan harga emas adalah dolar yang perkasa.

Sejak awal tahun dolar cenderung menguat. Hal ini tercermin dari indeks dolar (mengukur keperkasaan dolar AS di hadapan enam mata uang lain) yang menguat 1,2%. Penguatan dolar membuat harga emas yang sudah mahal karena naik lebih dari 18% sepanjang 2019 menjadi semakin mahal. Pasalnya harga emas dibanderol dalam mata uang tersebut.



TIM RISET CNBC INDONESIA
(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading