Biar Fokus, Erick Thohir Mau Pisahkan BUMN Bisnis & Sosial

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 January 2020 10:58
Menteri BUMN Erick Thohir punya visi besar dalam mengawal pertumbuhan bisnis perusahaan BUMN.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir punya visi besar dalam mengawal pertumbuhan bisnis perusahaan BUMN di Tanah Air. Dia berencana memisahkan antara perusahaan BUMN yang fokus pada bisnis dan BUMN yang menitikberatkan pada tanggung jawab sosial atau social responsibility.

"Perusahaan BUMN, balance antara bisnis dan social responsibility. Nanti kita akan mapping, mana yang full ke bisnis dan mana yang 50-50 dan memang impact sosial jauh lebih banyak," kata Erick saat menjadi pembicara dalam forum Indonesia Millennial Summit di The Tribrata, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).


Dia mengatakan fokus BUMN ke depan juga akan mengarah pada upaya dampak sosial bagi masyarakat, hal ini mengingat dana kegiatan corporate social responsibility (CSR) BUMN bisa mencapai hampir 34% untuk merespons kegiatan sosial, dibandingkan dengan CSR korporasi yang biasanya hanya sekitar 5%.


"Hari ini ada FIFA Under 20 [Piala Dunia FIFA di bawah 20 tahun], artinya, memang BUMN ini selain bisnis tapi ada social impactfull yang diharapkan. Kalau di korporasi ada CSR 5 persen, tapi BUMN hampir 34 persen dari value untuk respons sociality."

"Misalnya Telkomsel, partnership dengan Singtel, tapi subsidi enggak ada, lalu ada PLN, Pertamina, dan Bank BRI. [Kredit] mikro BRI luar biasa, ini ada kategori yang lain yang memang seperti Bulog, Pupuk Indonesia, footprint-nya [jejak manfaat bisa] sampe ke masyarakat."

Erick menegaskan jika bicara model bisnis BUMN di tengah era disrupsi ekonomi, BUMN harus melakukan perubahan, kolaborasi bisnis dan kemitraan bisnis.


"Karena [BUMN] enggak akan jadi menara gading stand alone. Kalau perusahaan-perusahaan [BUMN] enggak jelas, lebih baik dimerger, dilikuidasi. Dan sangat menggerus, bagaimana ekosistem UMKM dan competitiveness dengan swasta."

Dalam kesempatan sebelumnya, Erick Thohir sempat menyatakan bakal memangkas jumlah perusahaan pelat merah. Menurut dia, jumlah perusahaan BUMN yang ada sudah terlalu banyak.

"Jumlah BUMN yang sekarang terlalu banyak harus dikurangi," kata Erick Thohir ketika ditemui di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Sebagai informasi, jumlah perusahaan BUMN saat ini sebanyak 142. Erick bilang, perampingan harus dilakukan agar BUMN bisa fokus meningkatkan kinerja.


[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading