Analisis Teknikal IHSG

Tren Jangka Menengah Masih Nanjak, IHSG Besok Bisa Sumringah

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
16 January 2020 18:30
Tren Jangka Menengah Masih Nanjak, IHSG Besok Bisa Sumringah

Jakarta, CNBC Indonesia - Sempat tertatih-tatih sepanjang perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup dengan penguatan tipis meski hanya 0,04% ke level 6.286 pada Kamis (15/1/2020) hari ini.

Perdagangan saham di bursa menciptakan Rp 7,45 triliun transaksi, sedikit lebih kecil jika dibandingkan transaksi yang tercipta Rabu (15/1) kemarin. Sektor finansial dan infrastruktur menjadi pemberat utama karena investor asing (foreign) banyak menjual saham di kedua sektor tersebut.

Secara teknikal, IHSG cenderung sulit melewati level 6.300 secara mulus dengan tingkat fluktuasi tinggi di rentang yang sempit. Pola lilin berputar (spinning candle) yang terbentuk memperkuat akan hal itu karena pergerakan IHSG yang stagnan.

Posisi IHSG sedikit di bawah rata-rata nilainya (moving average) yakni dalam lima hari terakhir (MA5) pada level 6.289. Potensi penguatan pada Jumat (16/1) besok masih terbuka dengan potensi menguji level psikologis 6.300, hal ini didasarkan tren jangka menengahnya yang masih naik.

Grafik: Tim Riset CNBC Indonesia, Sumber: Refinitiv

Perjalanan IHSG menapaki perdagangan hingga berakhir di zona hijau tidak mudah. Mengawali perdagangan di zona merah karena melanjutkan aksi profit taking hari sebelumnya, IHSG baru bisa bangkit 77 menit kemudian seiring perbaikan kondisi global.

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk sementara mereda. Kedua negara telah menandatangani perjanjian damai dagang fase I.


Poin utama yang menjadi kesepakatan fase satu tersebut ialah: AS akan memangkas tarif barang dari China senilai US$ 120 miliar yang awalnya dikenakan sebesar 15% menjadi 7,5%. Sebagai balasannya, China harus membeli produk dan jasa dari AS senilai US$ 200 miliar dalam dua tahun.

Sentimen positif tersebut sempat membuat IHSG menyentuh level tertinggi pada 6.299 (+0,26%), setelah IHSG dibayangi penurunan karena aksi jual investor asing hingga IHSG pada sesi I ditutup melemah 0,1% ke level 6.276.

Aksi jual asing terus berlangsung pada sesi II, beruntung aksi beli yang dilakukan investor domestik di sektor perdagangan (+1,09%), industri dasar (+0,66%), konsumer (0,27%), dan pertambangan (0,64%) mampu membuat IHSG bangkit dengan penguatan meski hanya tipis.

Adapun investor asing hari ini membukukan jual bersih (net sell) yang cukup besar hingga Rp 831,9 miliar di pasar reguler dan Rp 731,8 miliar di semua pasar.

Tiga besar saham yang banyak dilepas asing yakni: PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 349,5 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 234,77 miliar), dan PT Matahari Department Store Tbk/LPPF (Rp 62,12 miliar).

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading