Analisis Teknikal IHSG

Naik 4 Hari Beruntun, IHSG Menuju Level Tertinggi 4 Bulan

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
14 January 2020 20:12
Naik 4 Hari Beruntun, IHSG Menuju Level Tertinggi 4 Bulan Foto: Bursa Efek Indonesia (BEI) (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pengutan selama 4 hari berturut-turut dengan ditutup menguat 0,46% ke level 6.325.

Melihat IHSG yang sedang bullish dalam beberapa hari terakhir, ada potensi akan menembus level penutupan tertingginya dalam 4 bulan terakhir pada level 6.342 yang tersentuh pada tanggal 12 September 2019.

Secara teknikal hal itu memungkinkan, mengingat IHSG memiliki kecenderungan bergerak di atas rata-rata nilainya (moving average) selama lima hari terakhir (MA5).


Level yang akan di uji secara psikologis berada pada 6.350. Peluang tersebut masih terbuka, mengingat level titik jenuh belinya (overbought) berdasarkan indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang berfungsi mengukur momentum suatu pergerakan.

Hold_HOLDSumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Chart: Refinitiv


IHSG memulai perdagangan dengan penguatan 0,20% pada level 6.308, yang merupakan level pembentukan pada pra pembukaan pasar. Penguatan tersebut memunculkan optimisme pasar ke depannya seiring akan ditandatanganinya perjanjian dagang fase I Amerika Serikat (AS)-China.

Kesepakatan dagang fase I antara AS dan China menjadi headline utama pergerakan pasar hari ini. Kesepakatan dagang antara AS dengan China rencananya akan ditandatangani pada Rabu (15/1/2020) di Washington.

Dalam kesepakatan dagang fase I, Presiden Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15% terhadap produk impor asal China senilai US$ 120 miliar akan dipangkas menjadi 7,5% saja sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu.

Sementara dari pihak China, Trump menyebut bahwa Negeri Panda akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai US$ 50 miliar. Sentimen positif tersebut membawa angin segar bagi IHSG yang bertahan dengan penguatan 0,15% ke level 6.306.

Pada sesi II, IHSG sempat melemah namun tidak sampai menyentuh zona merah. Beruntung investor asing menambah pembelian sahamnya dan mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp 1,01 triliun di pasar reguler, dan Rp 966 miliar di semua pasar.

Saham-saham yang banyak dikoleksi asing hari ini: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 516,85 miliar), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 399,96 miliar), PT Astra International Tbk/ASII (Rp 100miliar), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 90,38 miliar), PT Ace Hardware Indonesia Tbk/ACES Tbk (Rp 33,08 miliar).

Untuk perdagangan esok hari, pelaku pasar perlu mencermati data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan mengumumkan data perdagangan internasional Indonesia periode Desember 2019 pukul 11:00 WIB.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor masih akan mengalami kontraksi (tumbuh negatif) 1,9% secara year-on-year (YoY). Sementara impor juga terkontraksi 4,4% YoY dan neraca perdagangan defisit US$ 456,5 juta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading