Harga Minyak Sedang Naik, Waspadai Saham-saham Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 January 2020 14:06
Harga Minyak Sedang Naik, Waspadai Saham-saham Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga minyak dunia dinilai akan menjadi pukulan keras untuk emiten di sektor manufaktur dan industri dasar lantaran kebutuhan energi menjadi hal paling utama di sektor ini.

Dari awal tahun dua sektor ini menjadi sektor yang paling tertekan dari 10 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sektor manufaktur terkoreksi 2,58% dan industri dasar terkoreksi 2,36%.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan ada baiknya investor lebih selektif dalam memilih saham-saham di sektor ini terutama untuk emiten yang mengkonsumsi minyak paling banyak.


"Kenaikan harga minyak yang berkepanjangan baru memiliki dampak yang kurang baik untuk sektor manufaktur terutama yang mengkonsumsi minyak paling besar," kata Frederik kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/1/2019).

Dia menyebutkan emiten yang akan terdampak paling besar karena kenaikan harga minyak dunia ini adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menggunakan minyak sebagai bahan baku produksinya.

Lainnya, yang juga akan terdampak langsung adalah emiten penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) yang beban pokok perusahaan yang paling besar adalah biaya bahan bakar.

"[Diharapkan investor] lebih selektif dalam memilih saham di sektor ini dan defensive menghadapi volatilitas tinggi," imbuh dia.

Namun demikian, dia memperkirakan kenaikan harga minyak dunia ini hanya akan terjadi dalam waktu singkat alias hanya bersifat sementara. Sebab, sejauh ini meski ketegangan antara Amerika dan Iran masih memuncak, namun supply minyak dunia masih dinilai aman.

Harga minyak mentah sempat mencetak rekor tertinggi sejak Oktober 2019 setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Selasa (7/1/2020), harga minyak mentah kontrak Brent turun 0,94% ke level US$ 68,26/barel. Pada saat yang sama minyak mentah kontrak acuan AS yaitu WTI juga terkoreksi tetapi lebih dalam hingga 1,04% ke level US$ 62,61/barel.

[Gambas:Video CNBC]


Harga minyak melesat tinggi setelah hubungan AS-Iran kembali memanas. Kisruh yang hampir 7 dekade antara AS dan Iran kembali menyeruak ke permukaan setelah tewasnya jenderal karismatik pimpinan Quds Force Qasem Soleimani pekan lalu.

Ketegangan ini diprediksi akan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia tersebut diperhitungkan pelaku pasar sebagai salah satu komponen yang akan meningkatkan beban operasional dan berpotensi mengganggu perolehan bottom line.

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading