Bank bjb Siapkan Rp 364 M untuk Penyaluran KPR Berbunga Murah

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
27 December 2019 15:46
Bank bjb Siapkan Rp 364 M untuk Penyaluran KPR Berbunga Murah
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk (Bank bjb) akan menggelontorkan Rp 364 miliar dengan skema untuk pembiayaan perumahan atau setara dengan 3.400 unit rumah tahun depan.

Pembiayaan tersebut menggunakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) alias subsidi kredit perumahan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan jumlah tersebut, potensi penyaluran KPR Bank bjb sebesar Rp 500 miliar.

"Kami optimis akan mencapai target yang diberikan maksimum pada triwulan 3, dikarenakan kami saat ini memiliki 44 Kantor Cabang Penyalur FLPP dari 65 Kantor Cabang yang kami miliki. Untuk itu, kami mengharapkan penambahan kuota pada Triwulan ke-2 di bulan Juni 2020," kata Direktur Utama Bank bjb, Yuddy Renaldi seperti dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Jumat (27/12/2019).



Sementara itu, sepanjang 2019, Bank bjb telah menyalurkan FLPP sebesar 110% dari target unit rumah. Besarnya angka penyaluran kredit ini membuat perseroan dipercaya mendapat penambahan kuota sebanyak tiga kali sepanjang 2019.

Di sektor FLPP, Bank bjb memang tidak bisa disebut sebagai pemain baru. Sebab perusahaan tercatat sebagai salah satu bank yang giat menyalurkan produk FLPP sejak tahun 2016.

Dalam pelaksanaannya, Bank bjb telah melakukan 198 perjanjian kerja sama (PKS) dengan himpunan pengembang di bawah naungan sejumlah asosiasi. Sebut saja REI, APERSI, APERSI, APERNAS, HIMPERA dan PERUMNAS yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai dengan Pulau Bali.

Adapun total penyaluran FLPP sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini berjumlah 3.857 unit. Sementara untuk total portofolio sebanyak Rp 439 miliar dengan rasio non performing loan (NPL) 0,1%.

KPR dengan skema FLPP merupakan program yang menjadi tumpuan harapan masyarakat Indonesia. Sebab, cara ini mewujudkan keinginan masyarakat untuk bisa memiliki rumah dengan harga murah, uang muka terjangkau, tenor kredit cukup panjang dan cicilan yang ekonomis. Tak heran membuat produk FLPP semakin populer dan diminati masyarakat.


Hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok, namun faktanya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, perumahan di Indonesia masih mengalami defisit pasokan sebesar 7,6 juta hunian. Kondisi ini membukakan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha maupun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi penduduk.

Tantangan hadir tersebab tren harga properti yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun berganti. Tak cuma itu, opsi penyediaan uang muka yang ikut merangkak seiring pertumbuhan harga juga menjadi momok tersendiri bagi masyarakat yang hendak mengakses pembiayaan kepemilikan perumahan.

Di sisi lain, kondisi ini menyediakan peluang yang sangat tinggi bagi pelaku usaha untuk menyediakan pasokan rumah, tak terkecuali perbankan dalam penyediaan kredit pemilikan rumah.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading