Setelah Gagal Reli 4 Hari Beruntun, IHSG Dibayangi Pelemahan

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 December 2019 09:13
Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali melemah secara terbatas, dengan potensi pergerakan pada level 6.200 hingga 6.260.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatan kelimanya pada Kamis (19/12/2019) dengan ditutup turun 37 poin (-0,59%) ke level 6.237.

Untuk perdagangan hari ini Jumat (20/12/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali melemah secara terbatas, dengan potensi pergerakan pada level 6.200 hingga 6.260.

Pasar saham Wall Street terlihat tidak terpengaruh terhadap dampak dari impeachment Trump karena rally masih dibukukan dengan adanya dorongan dari isu damai dagang. Dow Jones naik 137 poin (0,49%) menjadi 28.376, S&P 500 bertambah 14 poin (0,45%) menjadi 3.205, dan Nasdaq meningkat 59 poin (0,67%) menjadi 8.887.


Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin kemarin menyatakan optimismenya bahwa nota perundingan damai dagang dengan China dapat ditandatangani pada awal Januari.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali menahan BI 7 Day RR di angka 5% sesuai dengan prediksi pasar yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia. Di satu sisi indeks sektor keuangan tertekan dengan melemah 0,73% dan menyumbang poin pelemahan terbanyak sebesar 16 poin bagi IHSG.

Pasar menilai pengumuman Gubernur BI akan pertumbuhan kredit November 2019 yang hanya 6,53%, turun dari bulan Oktober sebesar 7,89% dan menjadi yang terloyo dalam 25 bulan terakhir. Pertumbuhan kredit yang rendah berpotensi berpotensi membuat kinerja Bottom line perbankan juga turun.

Secara teknikal IHSG masih dibayangi penurunan seiring terbentuknya pola bearish harami yang menjadi ciri-ciri pembalikan arah menjadi turun, sehingga minimal akan membuat potensi penguatan menjadi semakin terbatas.

Di satu sisi IHSG masih bergerak di atas garis rata-rata nilainya (moving average) dalam lima hari terakhir (MA5), yang menandakan kecenderungan akan kenaikan masih ada.

Sumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv



TIM RISET CNBC INDONESIA

(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading