Fluktuatif, Wall Street Berbalik Meroket Iringi Rapat Trump

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
12 December 2019 21:55
Fluktuatif, Wall Street Berbalik Meroket Iringi Rapat Trump

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada Kamis (12/12/2019) sementara investor menunggu hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan penasihat perdagangannya jelang tenggat waktu 15 Desember.

Pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 37 poin (-0,1%), tetapi langsung berbalik naik 151,93 poin (0,54%) ke 28.063,23 selang 20 menit kemudian. Indeks Nasdaq menguat 41,91 poin (0,47%) ke 8.695,15 sementara indeks S&P 500 naik 16,74 poin (0,54%) ke 3.158,53.

Saham Apple tertekan 1% setelah Credit Suisse memperkirakan penjualan iPhone di China anjlok parah pada November, hingga -35,4% secara tahunan. Sebaliknya saham General Electric naik 3,1% setelah UBS merekomendasikan beli.

Mengutip laporan Reuters yang bersumber pada narasumber anonim, pertemuan Trump tersebut dilakukan untuk memuluskan kesepakatan fase pertama, dan mengantisipasi jika tidak ada kesepakatan yang diraih.

Laporan Bloomberg dan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa AS berpeluang menunda pengenaan tarif tambahan, tetapi kemudian dibantah oleh penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada Selasa.

Meski sentimen megatif perang dagang melanda bursa sejak 2018, sepanjang tahun ini Indeks S&P 500 dan Dow Jones tercatat menguat masing-masing 25,3% dan 19,7%. Di sisi lain, Nasdaq melompat 30%.

"Tahun depan bakal lebih liar... Akan menjadi tahun pemilu. Ingat 2016? Saat itu merupakan tahun berat ketika pasar terseok-seok mencetak return positif," tutur CIO CalSTRS Christopher Ailman kepada CNBC International.

Sentimen negatif juga muncul dari data pengangguran mingguan yang tercatat naik ke level tertingginya dalam 2 tahun, yakni sebesar 49.000, menjadi 252.000. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, angka itu merupakan yang tertinggi sejak 30 September 2017.

Data itu keluar tepat setelah bank sentral AS menyatakan tidak akan mengubah suku bunga acuan hingga 2020. Fed Funds Rate periode Desember dipertahankan melalui keputusan mufakat bulat.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading