Setelah Chatib Basri di Bank Mandiri, Siapa Lagi Pak Erick?

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
08 December 2019 21:22
Setelah Chatib Basri di Bank Mandiri, Siapa Lagi Pak Erick?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara resmi menunjuk eks Menteri Keuangan Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Erick memang sempat berjanji akan menempatkan figur-figur hebat di BUMN.

Keputusan Erick Thohir menunjuk Chatib Basri akan diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, besok hari Senin (9/12), seperti disampaikan melalui keterangan resmi Kementerian BUMN.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas perusahaan pelat merah memang telah memastikan direksi dan komisaris perusahaan pelat merah sektor perbankan itu akan dirombak habis-habisan.




"Ada [perombakan direksi dan komisaris Mandiri]," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat berbincang dengan CNBC Indonesia, Minggu (8/12/2019).

Erick Thohir memang telah menunjuk Chatib Basri. Namun, menarik ditunggu gebrakan apa lagi yang akan dilakukan Erick Thohir dalam mengubah struktur internal Bank Mandiri, mengingat posisi pucuk direksi masih kosong.

Sebagai informasi, posisi Direktur Utama di Bank Mandiri kosong setelah ditinggalkan Kartika Wirjoatmodjo, yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wakil Menteri BUMN yang membidangi sektor keuangan, jabatan masih dipegang oleh pelaksana tugas (Plt).

Namun hingga saat ini, teka teki calon pucuk tertinggi pimpinan perusahaan belum terungkap. Saat ditemui di Istana Kepresidenan, Menteri BUMN Erick Thohir pun maso irit bicara terkait hal itu.

"Belum-belum. Nanti ya," kata Erick singkat di Istana, Selasa (3/12/2019).

Padahal, dalam kesempatan sebelumnya Erick menyebut langsung nama-nama yang mengisi jabatan direksi dan komisaris di berbagai perusahaan BUMN strategis antara lain: PT Pertamina (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) hingga PT Indonesia Aluminium (Persero) atau Inalum.

Namun seperti ditegaskan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, pucuk pimpinan bank dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 332,50 triliun itu akan bersumber dari internal Bank Mandiri.

Santer terdengar di kalangan pelaku pasar, beberapa calon kuat menggantikan Kartika di Bank Mandiri, antara lain Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar.

Royke lahir pada tahun 1964. Meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987, dan gelar Master of Business Finance dari University of Technology Sydney pada tahun 1999.

Bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999 melalui Bank Dagang Negara (BDN), yang merupakan warisan Bank Mandiri, dimana jabatan terakhirnya adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit di Jakarta.

Pada tahun 2007, beliau promosi menjadi Group Head Regional Commercial Sales I sampai dengan Mei 2010, dan pada bulan Agustus 2009 merangkap sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada bulan Mei 2010, beliau menjadi Group Head of Commercial Sales Jakarta sampai dengan Mei 2011.

Pada bulan Mei 2011, beliau diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management. Saat ini beliau tidak memegang jabatan direktur di perusahaan publik lain.

Selain Royke, nama Hery Gunardi, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat menjadi pucuk pimpinan Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo.

Lahir tahun 1962, Hery meraih gelar Sarjana di jurusan Administrasi Niaga dari Universitas 17 Agustus 1945 (1987) dan gelar Master of Science bidang Finance & Accounting dari University of Oregon, AS (1991).

Ia tercatat memiliki berbagai sertifikasi profesional, termasuk Chartered Financial Consultant dari Singapore College of Insurance (2005 ), Certified Wealth Manager dari University of Greenwich, Inggris (2005), Certified Financial Planner dari Badan Standardisasi Perencanaan Keuangan Indonesia (2008). Selain itu, beliau pernah mengikuti beberapa program pendidikan eksekutif di universitas terkemuka, seperti Columbia University, University of Pennsylvania, dan London Business School.

Hery memulai kariernya di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang merupakan warisan Bank Mandiri, dan menjadi anggota tim yang menangani proses merger menuju pendirian Bank Mandiri (1998-1999), dan juga menjabat sebagai Direktur Project untuk membentuk usaha patungan AXA Mandiri (2002-2003).

Pada 1991, ia diangkat menjadi Bank Mandiri Regional Marketing Manager untuk wilayah Jakarta Kota, dan dipercaya membawahi Wealth Management Group (2006-2009), Jakarta Network Group (2009-2011), and Distribution Network I Group (2011-2013).

Tidak hanya itu, Hery Gunardi juga pernah bekerja di anak perusahaan Bank Mandiri, termasuk sebagai Direktur AXA Mandiri Financial Services (2003-2006), Komisaris Utama AXA Mandiri Financial Services (2006-2009), dan Komisaris Utama Mandiri Manajemen Investasi (2009-sekarang).

Meski begitu, Arya enggan merinci lebih jauh perihal berapa jumlah direksi maupun komisaris Mandiri yang akan dirombak. Yang jelas, agenda acara RUPSLB tetap perubahan susunan pengurus perseroan.

"Totalnya lihat besok ya," jelas Arya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading