Analisis Teknikal IHSG

Ternyata AS-China Masih Baik-baik Saja, IHSG Bisa Hijau Lagi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
05 December 2019 08:21
Ternyata AS-China Masih Baik-baik Saja, IHSG Bisa Hijau Lagi Foto: Infografis/Perang Dagang AS-China/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Minimnya sentimen positif ditambah dengan faktor global yang kurang kondusif membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mencatatkan penguatan yang keempat secara beruntun. IHSG kemarin ditutup melemah 21 poin atau 0,34% pada level 6.112.

Untuk perdagangan hari ini Kamis (5/12/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan berbalik menguat dengan bergerak antara level 6.100 hingga 6.200.

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama pagi dini hari tadi ditutup rata-rata menguat: Dow Jones naik 146 poin atau 0,53% menjadi 27.649, S&P 500 naik 19 poin atau 0,63% menjadi 3.112 sementara Nasdaq naik 46 poin atau 0,54% menjadi 8.566.


Bursa Wall Street menghijau berkat laporan media Bloomberg yang menyebut AS-China mulai mendekati kesepakatan perdagangan. Faktor lainnya adalah technical rebound pada Wall Street karena sudah melemah selama tiga hari beruntun.


Mengutip orang dekat yang terkait dengan perundingan tersebut, mengatakan bahwa kedua negara semakin mendekati persetujuan mengenai jumlah tarif yang akan dikenakan yang tertuang dalam kesepakatan perdagangan fase satu. Presiden AS Donald Trump kemarin (4/12) juga menambahkan bahwa perundingan dengan China berjalan baik.

Dari dalam negeri, aksi beli selektif yang dilakukan investor dalam negeri pada saham-saham berbasis infrastruktur, pertambangan, properti, dan aneka industri membuat IHSG mampu menipiskan pelemahan pada sesi II.

Secara teknikal, IHSG cenderung berfluktuatif seiring terbentuknya pola capung (dragonfly doji) pada perdagangan kemarin. Pola tersebut menggambarkan tekanan beli di pasar saham mulai muncul meski IHSG ditutup melemah.

Potensi bergerak di zona hijau maupun ditutup positif cukup terbuka, dikarenakan IHSG belum menyentuh level jenuh belinya (overbought) menurut indikator Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum pergerakan pada suatu grafik.

Foto: yazid



TIM RISET CNBC INDONESIA

 

(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading