Harapan Deal Dagang Muncul Lagi, Wall Street DIprediksi Hijau

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
04 December 2019 18:21
Harapan Deal Dagang Muncul Lagi, Wall Street DIprediksi Hijau
Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak futures indeks bursa saham acuan Wall Street diimplikasi menguat tipis pada pembukaan perdagangan hari ini (4/12/2019) di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan China akan diundur

Pada pukul 17:57 WIB, kontrak futures Dow Jones dan S&P 500 menguat 118,19 poin dan 11,2 poin. Sementara kontrak futures Nasdaq naik 42,76 poin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru untuk menekan kesepakatan dagang dengan China. Bahkan hal itu bisa menunggu hingga pemilihan umum (pemilu) presiden AS tahun depan. Padahal pergelaran Pemilu Presiden AS dijadwalkan berlangsung pada November 2020.


"Saya tidak punya tenggat waktu, tidak. Bahkan, saya senang dengan ide menunggu sampai setelah Pemilu untuk mencapai kesepakatan dengan China. Namun mereka (China) ingin ada kesepakatan sekarang, jadi kita lihat saja," ungkap Trump kepada para jurnalis di London, seperti diberitakan Reuters.

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross mengatakan yang menjadi fokus utama Washington adalah mencapai kesepakatan dagang yang layak, tidak peduli apakah akan terjadi di Desember ini atau Desember tahun depan.

"Poin yang dia (Trump) coba sampaikan adalah kita perlu kesepakatan yang layak, dan apakah itu terjadi Desember ini atau Desember mendatang, atau tanggal lain, lebih tidak penting daripada mendapatkan kesepakatan yang tepat," ujar Ross.

Saat ini dialog dagang terus berlanjut di level staf, tapi tidak di level tinggi. Ross menambahkan bahwa pengenaan bea masuk atas produk impor China senilai US$ 156 miliar pada 15 Desember 2019 akan berlaku efektif jika tidak ada perkembangan signifikan terkait perjanjian damai dagang.

Merujuk informasi dari salah satu sumber yang paham terkait dialog dagang, perdebatan masih seputar penghapusan tarif atas produk impor asal China dan berapa banyak tambahan produk pertanian AS yang akan dibeli Negeri Tiongkok, dilansir CNBC International.

Namun, CNBC International juga mendapat laporan bahwa kedua negara sudah bergerak lebih maju dalam membahas berapa jumlah bea masuk yang akan dihapuskan dalam kesepakatan dagang fase pertama tersebut.

Kabar terbaru ini secara tidak langsung meringankan kekhawatiran pelaku pasar dan membuktikan bahwa Washington dan Beijing masih mengusahakan dicapainya damai dagang.

Pada hari ini investor akan mencermati rilis data jumlah perubahan tenaga kerja yang diserap sektor non-pertanian bulan November pukul 20:15 WIB. Kemudian juga ada rilis angka Purchasing Managers' Index (PMI) non-manufaktur versi ISM bulan November pukul 22:00 WIB.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading