Menghijau di Pembukaan, Wall Street Balik Arah ke Zona Merah!

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
02 December 2019 22:00
Menghijau di Pembukaan, Wall Street Balik Arah ke Zona Merah!

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Senin (2/12/2019), karena investor masih mencerna arah negosiasi dagang antara AS dan China.

Pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 40 poin (0,2%), tetapi berbalik turun 24,95 poin (-0,09%) ke 28.026,46 selang 30 menit kemudian. Indeks Nasdaq anjlok 48,26 poin (-0,59%) ke 8.614,68 sementara indeks S&P 500 tertekan 9,81 poin (-0,32%) ke 3.131,09.

Indeks sektor energi menjadi panglima dengan dengan menguat 0,4%, menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia sebesar 2,2%. Kenaikan ini memperpanjang reli yang dibukukan indeks S&P 500 bulan lalu sebesar 3,4% sedangkan indeks Dow Jones naik 3,7% dan Nasdaq melompat 4,5%.

"Tren dan momentum menuju Desember cenderung bullish," tutur Chief Investment Strategist Baird, Bruce Bittles, dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International.

Sentimen positif yang memicu kenaikan bursa AS adalah data manufaktur China yang lebih baik dari ekspektasi. Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur versi Caixin/Markit berada di level 51,8 pada November, melampaui estimasi Reuters pada 51,4.

Presiden AS Donald Trump saat ini dikabarkan menyiapkan tarif tambahan bagi produk impor asal China pada bulan ini untuk menekan China meneken perjanjian sebelum akhir tahun. Kabar ini mengemuka setelah Trump membuat Beijing murka dengan meneken UU pro-demo Hong Kong.

Di sisi lain, media yang terafiliasi pemerintah China Global Times melaporkan bahwa Beijing ingin tarif yang sudah diberlakukan dicabut, sebagai syarat kesepakatan fase pertama. Tidak ada indikasi jelas kapan kedua negara akan meneken perjanjian dagang.

Trump pada Senin juga mengatakan bahwa Gedung Putih bakal memberlakukan kembali tarif terhadap produk logam impor asal Brazil dan Argentina. Dalam cuitannya, mantan taipan properti ini menuduh Brazil dan Argentina diuntungkan dari devaluasi kurs mereka.

"Oleh karena itu, aku akan memberlakukan lagi tarif atas produk baja dan aluminum yang diekspor ke AS dari negara-negara tersebut yang berlaku efektif secepatnya," ujar Trump.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading