Setelah Rehat Dua Hari, Bursa Wall Street Diimplikasi Menguat

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
02 December 2019 18:14
Setelah Rehat Dua Hari, Bursa Wall Street Diimplikasi Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah libur dua hari memperingati Thanksgiving, hari ini (2/12/2019) perdagangan saham bursa Wall Street akan dibuka kembali, di mana kontrak futures bursa AS tersebut diimplikasi memulai perdagangan di zona hijau.

Pada pukul 17:43 WIB, kontrak futures Dow Jones dan S&P 500 menguat 141,59 poin dan 15,37 poin. Sementara kontrak futures Nasdaq melesat 40,82 poin.

Penguatan yang dicatatkan oleh Wall Street ditopang oleh rilis data China yang di atas ekspektasi, sehingga membawa harapan bahwa ekonomi negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut menunjukkan tanda-tanda resistensi di tengah friksi dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung usai.


Pada pagi hari ini, Manufacturing PMI periode November 2019 versi resmi pemerintah China diumumkan di level 50,2, di atas konsensus yang sebesar 49,5, seperti dilansir dari Trading Economics.

Sebagai informasi, angka di atas 50 berarti aktivitas manufaktur membukukan ekspansi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara angka di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

"Langkah kembali ke mode ekspansi dalam angka manufaktur PMI China adalah berita baik ... (tapi) juga agak lunak dengan fakta bawah sektor industri di China masih dihadapi risiko deflasi dan meningkatnya biaya pinjaman sementara konsumen domestik tetap tertahan oleh harga pangan yang tinggi," ujar Rodrigo Catril, ahli strategi valas di National Australian Bank, dikutip dari CNBC International

Di lain pihak, pelaku pasar masih diselimuti kekhawatiran terkait perkembangan hubungan dagang AS dan China.

Global Times selaku media yang terafiliasi dengan Partai Komunis China memberitakan bahwa prioritas utama dari Beijing adalah untuk mendorong AS menghapuskan bea masuk tambahan terhadap produk-produk impor asal China yang sudah dibebankan selama periode perang dagang kedua negara.

"Sumber-sumber yang mengetahui langsung jalannya negosiasi dagang AS-China memberitahu Global Times pada Sabtu (30/11/2019) bahwa AS harus menghapuskan bea masuk tambahan yang saat ini sudah dikenakan, bukan yang akan dikenakan, sebagai bagian dari kesepakatan (dagang tahap satu)," tulis Global Times, seperti dilansir CNBC International.

Akan tetapi, laporan yang sama menyebutkan bahwa pihak Washington telah menolak permintaan tersebut karena tarif merupakan satu-satunya senjata AS dalam perang dagang dan merelakan amunisi tersebut sama artinya dengan "menyerah."

Pada hari ini investor akan mencermati rilis angka pembacaan final PMI manufaktur bulan November versi Markit pukul 21:45 WIB. Kemudian juga ada rilis angka PMI manufaktur bulan yang sama versi ISM pada pukul 22:00 WIB.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading