Erick Thohir: BUMN Harus Kembali ke Khitah

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
02 December 2019 13:51
Erick Thohir: BUMN Harus Kembali ke Khitah Foto: Rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir bersama Komisi VI DPR RI (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan akan mengembalikan perusahaan BUMN pada bisnis intinya lantaran beberapa BUMN diketahui terlalu jauh mengembangkan bisnis mereka di luar bisnis inti (core business) melalui anak usaha dan tidak fokus pada keuntungan.

Salah satu BUMN yang disorot adalah PT PANN (Persero) yang sebetulnya fokus pada pembiayaan (multifinance) di bidang maritim seperti pengadaan kapal, tapi kemudian memiliki bisnis di luar inti sehingga tidak fokus.

"Tentu di BUMN sendiri kita juga akan bikin kembali ke core bisnis. Berat juga, saya enggak menyalahkan PANN," katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin ini (2/12/2019).



"Dari awal core bisnis [PANN] enggak fokus. Ada dua hotel dan 22 perusahaan air minum. Jadi jangan salahkan direksinya. Mereka baru masuk. Itu kebijakan [tahun] 94. Di mana perusahaan harus membenahi leasing [pembiayaan] kapal terbang yang enggak ada," katanya.

Mengacu situs resminya, PANN didirikan pada 6 Mei 1974 dan bergerak di bidang pengembangan armada niaga nasional. Berdirinya PANN juga menjadi amanat dari Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II.

PANN kemudian memantapkan strateginya dengan membentuk cross sektoral holding dan spin-off sektor usaha strategis yakni usaha pembiayaan kapal, shipping, shipyard, manajemen perkapalan, pialang asuransi kapal sehingga PANN berdiri menjadi perusahaan holding.



Pada 8 Agustus 2012, PANN mendirikan anak usaha PT PANN Pembiayaan Maritim yang fokus pada pembiayaan, sedangkan PANN ditetapkan sebagai induk perusahaan (holding company).

"Back to diskusi, sinkronisasi kenapa harus terjadi. Kita balik ke core bisnis lalu sinkronisasi. Permen [Peraturan Menteri] pembentukan anak usaha dan cucu usaha [BUMN] harus ada alasannya. Tapi kalau alasannya enggak jelas. Saya setop. BUMN yang sehat jangan sampai tergrogoti sama oknum," tegas mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Dia menjelaskan, persoalan BUMN lain seperti PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) juga menghadapi persoalan anak usaha.

"Misal KS, utang Rp 40 triliun. Anak usahanya 60. Kalau bapak-bapak tanya bisa enggak bikin KS dalam waktu sepekan. Ya enggak bisa. Makanya permen ini harus segera dikeluarkan. Tapi di situ kita juga ada hak untuk me-review anak usaha ini. Saya sama Pak Wamen setop RUPS Bank Agro. Saya enggak tahu apa rencana kerjanya. Apa ngapain mereka," katanya.


Jalan panjang restrukturisasi utang KRAS

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading