Wall Street Dibuka Memerah Menyusul Kaburnya Prospek AS-China

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 November 2019 21:55
Wall Street Dibuka Memerah Menyusul Kaburnya Prospek AS-China

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka memerah pada perdagangan Rabu (20/11/2019), menyusul makin kaburnya prospek perdamaian dagang antara Negara Adidaya tersebut dengan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 67 poin (-0,2%) pada pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB), dan sedikit membaik menjadi 64,69 poin (-0,23%) ke 27.869,33 selang 20 menit kemudian. Indeks Nasdaq tertekan 10,35 poin (-0,11%) ke 8.560,98 sementara indeks S&P 500 turun 4 poin (-0,13%) ke 3.116.

Mengutip pejabat Gedung Putih, The Wall Street Journal melaporkan bahwa situasi negosiasi saat ini berpeluang meluluh-lantakkan target kesepakatan fase pertama. Ketakpastian seputar perdagangan juga muncul setelah Senat mengeluarkan Undang-Undang mendukung aksi protes Hong Kong, yang bagi China adalah bentuk nyata mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa telah mengeluarkan ancaman terbarunya untuk mitra dagangnya tersebut. "Jika kita tak mencapai kesepakatan dengan China, aku bakal menaikkan tarif lebih tinggi lagi," ujar Trump dalam sidang kabinet.

Pelaku pasar juga memperhatikan proses pemakzulan (impeachment) di Washington. Meski tak serta-merta berujung pada pemakzulan, tetapi proses politik tersebut bisa mempengaruhi elektabilitas Trump dalam pemilihan presiden tahun depan.

Beberapa saham yang terkoreksi di antaranya adalah Boeing dan Home Depot. Selama sebulan lalu, indeks Dow Jones dan S&P 500 telah melesat masing-masing lebih dari 4% sedangkan Nasdaq meroket hingga 5%.

"Banyak analis bearish di awal tahun kini berbalik menjadi bullish setelah saham-saham dalam indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi," tutur CEO The Earnings Scout Nick Raich, sebagaimana dikutip CNBC International.

Investor juga bakal mencermati rilis risalah rapat the Federal Reserve dalam rapat penentuan suku bunga acuan Oktober pada pukul 03:00 dini hari WIB. Bank sentral AS itu memutuskan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%-1,75% bulan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading