Ulasan Teknikal IHSG

Asing Ugal-ugalan Jualan Saham, Waspada IHSG Turun Lagi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
07 November 2019 20:42
Asing Ugal-ugalan Jualan Saham, Waspada IHSG Turun Lagi Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (7/11/2019) ditutup turun 51 poin atau minus 0,84% ke level 6.165.

IHSG menunjukkan gejala penguatan pada pagi ketika dibuka positif 0,27%, tetapi penguatannya berangsur-angsur hilang karena tekanan jual oleh investor asing. Asing hari ini mencatatkan jual bersih (net sell) yang mencapai Rp 1,2 triliun di pasar reguler saja, atau Rp 1,36 triliun di semua pasar.

Pada penutupan sesi I, IHSG harus ditutup dengan penurunan sangat dalam hingga 1,32% ke level 6.135. Memasuki sesi II, IHSG lebih awet bergerak pada zona merah dengan pelemahan di atas hingga 1%.


Indeks baru kembali terangkat pada waktu pasca perdagangan atau after market karena pelaku pasar domestik kembali memburu saham-saham unggulan yang terdiskon cukup dalam.

Indeks juga mendapat sentimen positif dari data cadangan devisa bulan Oktober 2019 yang diumumkan Bank Indonesia (BI) siang tadi. Cadangan devisa Indonesia diumumkan sebesar US$ 126,7 miliar yang merupakan titik tertinggi sejak Februari tahun lalu.

Secara teknikal, IHSG sedang mengalami tekanan jangka pendek. Indeks terlihat masih bergerak di bawah rata-ratanya dalam lima hari terakhir (Exponential Moving Average/EMA5), yang digambarkan melalui garis melintang berwarna ungu.

Meski tertekan, ada potensi pelemahan IHSG besok tidak sedalam hari ini seiring terbentuknya ekor (shadow) pada akhir perdagangan melalui grafik bertipe candlestick.

Asing Ugal-Ugalan Jualan Saham, Waspada IHSG Turun LagiSumber: Refinitiv

Pada perdagangan esok hari, pelaku pasar perlu mencermati data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) periode kuartal III-2019. Salah satu pos di NPI yang akan menjadi perhatian ialah transaksi berjalan (current account) karena menggambarkan pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa.

Pasokan valas dari pos current account dinilai lebih stabil, lebih tahan lama, sehingga mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Pada kuartal II-2019, defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai 3,04% dari produk domestik bruto (PDB), lebih dalam ketimbang kuartal I-2019 yaitu 2,6%.

Dari sisi perdagangan barang, neraca dagang Indonesia pada kuartal III-2019 secara keseluruhan membukukan defisit US$ 140 juta. Minus, tetapi membaik ketimbang kuartal sebelumnya yang tekor sampai US$ 1,74 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading