Kuartal III-2019, Waskita Karya Raih Kontrak Baru Rp 15,12 T

Market - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
31 October 2019 14:28
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatatkan peningkatan total aset sebesar 6% menjadi Rp 137,24 triliun pada kuartal III-2019.
Jakarta, CNBC IndonesiaPT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatatkan peningkatan total aset sebesar 6% menjadi Rp 137,24 triliun pada kuartal III-2019 dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp 129,24 triliun.

BUMN konstruksi ini memiliki total eskuitas sebesar Rp 29,23 triliun pada kuartal III-2019, naik 8% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp 27,01 triliun. Adapun pendapatan usaha tahun 2019 sebesar Rp 22,01 triliun dan laba bersih mencapai Rp 1,1 triliun.

Hingga kuartal III-2019 ini, BUMN yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Putra sebagai Direktur Utama ini mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 15,12 triliun. Adapun proyek yang sedang dikerjakan oleh WSKT adalah Renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta dengan nilai kontrak Rp 443 miliar, dan Revitalisasi Sarana Olahraga Ragunan di Jakarta dengan nilai kontrak Rp 419 miliar,


Berikutnya, Bandara Juanda di Surabaya dengan nilai kontrak Rp 685 miliar, Tol Prabumulih - Muara Enim Seksi 2 di Palembang dengan nilai kontrak Rp 4,57 triliun, Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu Seksi A. Yani dengan nilai kontrak Rp 772,93 miliar dan Double Double Track Manggarai Jatinegara di Jakarta dengan nilai kontrak Rp 223,69 miliar.



Kemudian dari sisi penerimaan arus kas, Waskita selaku kontraktor Proyek Tol Cinere - Serpong, Banten, telah menerima pembayaran termin sebesar Rp 1,2 triliun dari PT Cinere Serpong Jaya. Penerimaan dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan Waskita.

"Pembayaran atas proyek ini termasuk dalam rencana penerimaan kas masuk dari proyek turnkey sebesar Rp 24 triliun yang selesai di tahun 2019," ujar Senior Vice President Corporate Secretary, Shastia Hadiarti dalam siaran pers, Kamis (31/10/2019).

Selain menerima pembayaran termin atas proyek Tol Cinere - Serpong, Waskita pun telah menerima pembayaran Proyek LRT Sumatera Selatan sebesar Rp 519 miliar.

Selanjutnya pembayaran proyek turnkey Tol Kunciran - Parigi sebesar Rp 700 miliar, dan Proyek Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang (Porsi VGF Tol Cisumdawu) sebesar Rp 327 miliar pada tahun ini. Sampai dengan September 2019, Waskita telah menerima pembayaran termin proyek-proyek turnkey sebesar Rp 3,5 triliun.

Perlu diketahui, Waskita saat ini tengah menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur prioritas. Misalnya saja proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung dan proyek Jalan Tol JakartaCikampek II Elevated yang diharapkan pembayarannya dapat diterima oleh perseroan pada akhir tahun 2019.



Hal tersebut diharapkan akan dapat menjaga rasio utang berbunga terhadap modal perseroan sebesar 2,3x di akhir tahun 2019. Perseroan juga dalam proses menyeimbangkan portofolio usahanya yang terdiri dari lima lini bisnis utama.

Lima lini bisnis utama itu terdiri dari jasa konstruksi, investasi jalan tol, beton pra-cetak, realty, dan investasi infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk mencapai keberlanjutan dan menjaga tingkat pertumbuhan kinerja sesuai dengan visi dan misi perseroan.

[Gambas:Video CNBC]



(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading