Emas Drop di Bawah US$ 1.500/Oz, Pertemuan AS-China Mulus

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 October 2019 09:45
Emas Drop di Bawah US$ 1.500/Oz, Pertemuan AS-China Mulus
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kembali dibuka menguat pagi ini. Namun penguatan harga emas belum setinggi kemarin menyusul terbitnya harapan damai dagang Amerika Serikat (AS) -China.

Pada pukul 09.14 WIB emas diperdagangkan di harga US$ 1.495,67/troy ons atau menguat 0,11% dibandingkan dengan harga penutupan kemarin. Namun harga emas anjlok 0,7% pada penutupan perdagangan kemarin dibanding harga penutupan periode sebelumnya (9/10/2019).




Sebenarnya harga emas yang diperdagangkan hari ini tidak setinggi harga perdagangan kemarin yang menembus lebih dari US$ 1.500/troy ons. Salah satu penyebabnya adalah kembalinya harapan damai dagang AS-China yang sempat memudar setelah harian South Morning China Post (SCMP) mengabarkan bahwa negosiasi dagang kedua belah pihak mengalami kebuntuan.

Tidak sampai disitu saja, SCMP juga mengabarkan bahwa perundingan tinggi level Wakil Perdana Menteri China Liu He hanya akan berlangsung satu hari saja.

Namun kekhawatiran tersebut berkurang setelah pihak Gedung Putih memberikan klarifikasi kepada CNBC Internasional bahwa kabar tersebut tidak akurat lantaran Wakil Perdana Menteri dijadwalkan untuk kembali ke China pada hari Jumat setelah menghadiri makan malam di hari Kamis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan antara AS dan pejabat China pada hari Kamis berjalan sangat baik dan kedua pihak memiliki negosiasi yang sangat, sangat baik. Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih setelah AS dan negosiator Tiongkok bertemu untuk pertama kalinya sejak akhir Juli untuk mencoba meredakan perang dagang yang berlangsung selama kurang lebih 15 bulan terakhir.

Para negosiator dikabarkan menyetujui beberapa kesepakatan pada perundingan di tingkat bawah terutama terkait dengan isu mata uang dan perlindungan hak cipta meski sempat diwarnai dengan ketegangan.

Ketika ketegangan urat saraf kedua ekonomi raksasa di planet bumi ini mulai mengendur, investor mulai kembali melirik aset berisiko seperti saham dan perlahan beralih dari emas. Inilah yang menyebabkan harga emas turun sementara bursa saham AS menguat.

Namun kekhawatiran perlambatan ekonomi global tidak memudar begitu saja. Harga emas terbilang juga masih sangat tinggi dibandingkan awal tahun. Bank HSBC memprediksikan bahwa harga emas di akhir tahun 2019 mencapai US$ 1.555/troy ons dan US$ 1.605/troy ons di akhir tahun 2020.


(TIM RISET CNBC INDONESIA) (twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading