AS Melunak Lagi Terhadap China, Wall Street Dibuka Menghijau

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 October 2019 21:10
AS Melunak Lagi Terhadap China, Wall Street Dibuka Menghijau

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Kamis (10/10/2019) setelah diterpa simpang-siur kabar seputar nasib negosiasi antara AS dan China.

Dow Jones Industrial Average dibuka menguat 28,4 poin (0,11%) ke 26.374,41. Sementara itu, Indeks Nasdaq tumbuh 13 poin (0,16%) ke 7.916,98 dan indeks S&P 500 bertambah 3,87 poin (0,13%) ke 2.923,09.

"Kondisi maju-mundur yang masih berlangsung ini membuka peluang munculnya risiko berlebihan di pasar," ujar Kepala Divisi Rate AS BMO Capital Markets, Ian Lyngen, sebagaimana dikutip CNBC International.

Harian South China Morning Post (SCMP) pada Rabu malam melaporkan bahwa AS dan China menghadapi kebuntuan dalam pembicaraan tingkat deputi pekan ini, sehingga indeks kontrak futures Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin.

Tak hanya itu, SCMP juga melaporkan bahwa pembicaraan tingkat tinggi antara Wakil Perdana Menteri China Liu He akan berlangsung hanya sehari, dan bukannya dua hari. Isu alih teknologi, yang ditolak keras China, menjadi salah satu alasannya.

Namun, kekhawatiran Wall Street agak berkurang setelah pihak Gedung Putih menjawab CNBC International dan menyatakan bahwa laporan SCMP tak akurat mengklaim bahwa Liu dijadwalkan akan meninggalkan AS pada Jumat dan menghadiri makan malam pada Kamis.

"Kami tak melihat ada perubahan rencana perjalanan Wakil Perdana Menteri [China] sampai detik ini," ujar jubir Gedung Putih.

Namun, sumber yang terlibat dalam negosiasi itu membisikkan informasi pada CNBC International bahwa jadwal Liu menjadi "fluid" dengan status sesi Jumat: "dipertanyakan." Kemungkinannya, Wakil Menteri Liao Min akan tinggal di Washington untuk melanjutkan negosiasi sementara Liu He pulang lebih dulu.

Kemungkinan lain, tutur sumber tersebut, negosiasi bakal menghasilkan keputusan pada Kamis. Liu juga memberikan pernyataan bahwa China hadir bernegosiasi dengan "ketulusan murni" dan kesediaan untuk bekerja-sama dengan AS seputar isu neraca dagang dan akses pasar.

Bloomberg melaporkan bahwa pemerintah AS mempertimbangkan menunda kenaikan tarif yang rencananya diberlakukan pekan depan dengan syarat China meneken perjanjian seputar mata uang.

Tarif atas produk impor China senilai US$ 250 miliar sedianya dinaikkan dari 25% ke 30% pada 15 Oktober. Demikian juga dengan bea tambahan sebesar 15% untuk produk China lainnya senilai total US$160 miliar (berlaku mulai 15 Desember).

The New York Times juga melaporkan bahwa Trump mengizinkan beberapa perusahaan AS memasok produk tak sensitif kepada Huawei setelah awal tahun ini melarangnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading