Ulasan Teknikal IHSG

IHSG Hari Ini Boleh Melemah, Tapi Besok Bakal Lain Ceritanya

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
09 October 2019 18:23
IHSG Hari Ini Boleh Melemah, Tapi Besok Bakal Lain Ceritanya

Jakarta, CNBC Indonesia - Bak roller coaster, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini bergerak naik turun dan akhirnya terhenti di zona merah dengan pelemahan 10 poin atau 0,17% pada level 6.029,16.

Secara teknikal, IHSG besok berpotensi menguat secara terbatas karena dorongan beli yang mulai muncul setelah sempat tertekan hingga ke level 6.017. Namun, fluktuasi berpotensi masih akan terjadi seiring terbentuknya pola doji, yang mana IHSG ditutup hampir sama dengan level pembukaannya.

Selain itu dalam tiga hari terakhir, IHSG selalu ditutup lebih tinggi dari level terendah hariannya (higher low) sehingga potensi penguatan sebenarnya masih terjaga.

Foto: yazid

Pelemahan IHSG hari ini mulai terbaca kala dibuka negatif 0,15% karena terimbas pelemahan Wall Street. Pelemahannya semakin terkikis dan IHSG berhasil menyentuh level tertinggi hariannya di level 6.047 pada pukul 09:18 WIB.

Selepas itu, penguatannya berangsur-angsur turun hingga masuk ke zona merah. IHSG sesi I pun berakhir dengan pelemahan 0,27% ke level 6.023. Memasuki sesi kedua, IHSG cenderung turun menyentuh level terendahnya di 6.017. Jelang penutupan, pelemahan IHSG berkurang mengikuti bursa utama Asia yang mulai bervariatif setelah dibuka memerah.

Pada hari ini, bursa utama Asia rata-rata ditutup bervariatif: Indeks Nikkei 225 menguat 0,61%, Hang Seng terangkat 0,81%, Shanghai komposit naik 0,39%, Kospi terbang 1,21%, tetapi Straits Times melemah 0,57%.

Ada potensi IHSG besok menghijau melihat bursa Shanghai yang berakhir hijau serta dow futures yang bergerak di zona hijau. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada pertemuan tingkat tinggi antara AS dan China di Washington, D.C., yang akan dimulai besok Kamis (10/10/2019) waktu setempat.

Mengutip seorang pejabat yang mengetahui perundingan tersebut, Bloomberg melaporkan bahwa China siap menerima kesepakatan perdagangan secara parsial selama tidak ada lagi tarif yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump.

TIM RISET CNBC INDONESIA





(yam/yam)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading