Efek Data Tenaga Kerja Sudah Pudar, Wall Street Akan Melemah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
07 October 2019 18:09
Efek Data Tenaga Kerja Sudah Pudar, Wall Street Akan Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia - Wall Street akan dibuka melemah pada perdagangan pertama di pekan ini ini, Senin (7/10/2019). Hingga pukul 17:45 WIB, kontrak futures indeks Dow Jones mengimplikasikan penurunan 103 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan turun masing-masing 11 dan 29 poin.

Efek rilis data tenaga kerja yang sukses mengerek Wall Street pada hari Jumat (4/10/2019) kini sudah pudar. Di Jumat, data penciptaan lapangan kerja (di luar sektor pertanian) periode September 2019 versi resmi pemerintah diumumkan sebanyak 136.000, di bawah ekspektasi yang sebanyak 145.000, seperti dilansir dari Forex Factory.

Namun, tingkat pengangguran untuk periode yang sama tercatat turun ke level 3,5%, dari yang sebelumnya 3,7% pada Agustus. Tingkat pengangguran di level 3,5% tersebut merupakan yang terendah dalam 50 tahun terakhir.

Merespons rilis data tenaga kerja AS yang oke tersebut, bursa saham AS menguat signfiikan pada hari Jumat kemarin: indeks Dow Jones dan S&P 500 melejit masing-masing sebesar 1,42%, sementara indeks Nasdaq Composite terangkat 1,4%.

Pada hari ini, potensi eskalasi perang dagang AS-China menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham AS. Untuk diketahui, pada hari Kamis (10/10/2019) AS dan China dijadwalkan untuk mulai menggelar negosiasi dagang tingkat tinggi di Washington.

Namun, ada hawa yang tak mengenakan menjelang negosiasi dagang tingkat tinggi yang begitu dinanti-nantikan tersebut. Pemberitaan dari Bloomberg menyebut pejabat pemerintahan China telah memberi sinyal bahwa Beijing enggan untuk menyetujui kesepakatan dagang secara menyeluruh seperti yang diinginkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam pertemuan dengan perwakilan dari AS dalam beberapa minggu terakhir di Beijing, pejabat senior dari China telah mengindikasikan kini, materi-materi yang bersedia didiskusikan oleh pihak China dalam negosiasi dagang tingkat tinggi telah menyempit, seperti dilansir oleh Bloomberg dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Lebih lanjut, pemberitaan dari Bloomberg menyebut Wakil Perdana Menteri China, Liu He, telah menginformasikan kepada pihak AS dirinya akan membawa proposal kesepakatan dagang ke Washington yang tak memasukkan komitmen untuk mengubah praktik pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China.

Padahal, praktik pemberian subsidi terhadap perusahaan-perusahaan asal China oleh pemerintah merupakan salah satu hal yang sangat ingin diubah oleh AS. Kalau diingat, bahkan hal ini merupakan salah satu faktor yang melandasi meletusnya perang dagang antar kedua negara.

Dengan sikap China yang kembali keras, tentu potensi eskalasi perang dagang AS-China menjadi risiko yang tak bisa dianggap sepele.

Pada hari ini, tidak ada data ekonomi penting yang dijadwalkan dirilis di AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading