Chatib Basri: Dampak Resesi Global Limited bagi RI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
03 October 2019 09:22
Muhammad Chatib Basri menilai dampak perang dagang dan potensi resesi global terbatas bagi Indonesia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Indonesia era 2013-2014 Muhammad Chatib Basri menilai dampak perang dagang dan potensi resesi global bagi Indonesia saat ini lebih kecil ketimbang krisis keuangan global pada 2008.

"Skalanya jauh lebih kecil dari global financial crisis 2007-2008, saat itu semua negara kena, pertumbuha ekonomi AS negatif. Sementara saat ini AS masih tumbuh, perdagangan global turun, tapi masih ada," kata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal era 2012-2013, dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (11/10/2019).


Dia mengatakan Indonesia cukup beruntung lantaran rasio perdagangan internasional hanya 30% dari PDB, sementara jika dibandingkan dengan misalnya Singapura, rasionya bisa di atas 200% dari PDB.

"Jadi kalau perdagangan kena, pertumbuhan ekonomi mereka [Singapura] juga kena, sementara kita masih bisa tumbuh, paling tidak 5%."

Menurut Chatib, saat krisis finansial, Indonesia masih tumbuh 4,6%. "Jadi dampak kondisi saat ini limited bagi Indonesia," tegasnya.


Hanya saja dia menyoroti dampak tidak langsung dari potensi resesi dan terjadinya perang dagang AS yakni penurunan harga komoditas dan energi. "Penurunan harga komoditas, batu bara, kelapa sawit, ini akan kelihatan, di Sumatera, ini yang menjelaskan kenapa penjualan sepeda motor drop, mobil drop, tapi kita secara umum masih bisa tumbuh 5%," katanya.



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading