Ulasan Teknikal IHSG

Sentimen Demo Masih Tinggi, IHSG Bisa Merah Lagi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
01 October 2019 08:55
Sentimen Demo Masih Tinggi, IHSG Bisa Merah Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal menguat di penghujung kuartal ketiga pada Senin kemarin (30/9/2019). IHSG ditutup dengan kehilangan 27 poin atau 0,45% pada level 6.169,10.

Untuk perdagangan awal Oktober ini, Selasa (1/10/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Rentang perdagangan IHSG diperkirakan berada pada level 6.100 hingga 6.200.

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama berakhir dengan penguatan seiring optimisme hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Indeks Dow Jones naik 0,36%, indeks S&P 500 menguat 0,5%, dan indeks Nasdaq Composite terbang 0,75%.

Wall Street membaik setelah Penasihat Perdagangan AS Peter Navarro membantah laporan, bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan penghapusan emiten China dari bursa saham AS.

"Berita palsu," katanya sebagaimana dilansir dari Reuters.

Beijing, yang sudah melakukan konfirmasi ke Washington, mempertegas hal tersebut. Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan kedua negara akan berupaya mengedepankan sikap konstruktif dalam penyelesaian perselisihan.

Dari dalam negeri, situasi politik-sosial-keamanan masih kurang kondusif. Aksi demonstrasi kembali terjadi di Jakarta. Bahkan konsentrasi massa masih bertahan sampai malam hari dan melakukan perusakan.

Sejumlah objek vital seperti stasiun di beberapa titik tidak bisa berfungsi karena faktor keamanan. Gedung seperti kantor pusat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengalami kerusakan.

Kembali ke bursa saham, secara teknikal secara teknikal, IHSG terlihat kembali dalam tekanan karena bergerak di bawah rata-rata nilainya selama 5 hari terakhir (moving average/MA5).

Sentimen Demo Masih Tinggi, IHSG Bisa Merah LagiSumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv

Selain itu, IHSG belum menyentuh titik jenuh jualnya (oversold) yang berarti penurunan masih sangat terbuka, menurut indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum kejenuhan pergerakan suatu pasar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


 

(yam/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading