Tenang! AS Enggak Resesi, Cuma Hard Landing

Market - Tirta Widi Gilang Citradi, CNBC Indonesia
28 September 2019 19:39
Kekhawatiran ekonomi AS akan masuk jurang resesi memang bukanlah hal yang berlebihan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran ekonomi AS akan masuk jurang resesi memang bukanlah hal yang berlebihan. Beberapa indikator keramat yang jadi pertanda resesi mengkonfirmasi hal tersebut.

Namun hingga pembacaan final angka pertumbuhan ekonomi AS kuartal II, nyatanya Negeri Paman Sam masih tumbuh walau melambat.

Amerika dikabarkan akan masuk jurang resesi akhir tahun. Adanya perubahan imbal hasil (yield) surat utang bertenor 2 tahun dengan 10 tahun menunjukkan bahwa investor mulai waspada kalau-kalau dalam waktu dekat akan terjadi resesi di Amerika Serikat.


Seperti diketahui, imbal hasil dan harga surat utang memiliki korelasi yang negatif. Artinya jika harga obligasi negara naik maka imbal hasilnya jadi rendah alias turun.

Tenang! AS Gak Resesi Cuma Hard LandingFoto: REUTERS/Tim Chong

Belum lama ini Bank of America Merryll Linch (BoA) merilis survei terhadap 235 panelis fund manager atau manajer investasi dengan aset kelolaan total menembus US$ 683 miliar atau sekitar Rp 9.562 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Sebanyak 38% dari panelis tersebut yakin bahwa ekonomi AS akan masuk resesi di tahun depan.


Baru-baru ini angka pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II dibacakan. Ekonomi AS tercatat tumbuh 2% pada pembacaan final. Itu menandakan tidak ada revisi pada angka pertumbuhan ekonomi AS. Jika dibandingkan dengan kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi AS memang masih positif tetapi melambat.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi ini diakibatkan oleh terkontraksinya investasi bisnis di Negeri Paman Sam. Investasi bisnis menurun pada tingkat tahunan 1,0% kuartal terakhir, pemerintah mengatakan dalam pembacaan ketiga dari PDB kuartal kedua pada hari Kamis. Itu adalah penurunan paling tajam sejak kuartal keempat 2015. Investasi bisnis sebelumnya diperkirakan telah menurun pada kecepatan 0,6%.

Ekonomi AS masih ditopang oleh konsumsi domestik. Konsumsi domestik menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi AS. Pada kuartal kedua ini tumbuh 4,6% mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak 2014.


Namun angka pertumbuhan konsumsi domestik ini masih berada di bawah estimasi bulan lalu yang mencapai 4.7%. Kuatnya konsumsi domestik AS masih ditopang oleh rendahnya tingkat pengangguran.

Dilansir dari CNBC Internasional, defisit perdagangan AS tercatat mencapai US$ 980,7 miliar pada kuartal kedua.

Jadi kalau dibilang AS masuk resesi ya belum. Hanya saja ekonomi AS sedang mengalami hard landing. Masalah AS akan jatuh resesi seperti Jerman atau tidak tentu masih perlu kita pantau.

Kalau negosiasi dagang AS-China Oktober nanti berjalan mulus setidaknya kita masih bisa sedikit lega. Namun kalau masih alot, ya kudu siap-siap. Bagaimanapun juga perlambatan ekonomi AS sebagai negara konsumen terbesar di dunia akan berbuntut pada ekonomi global yang mungkin terkontraksi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(twg/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading